NARKOBA DI LAPAS : Inilah Operator di Balik Lapas

Sunartono
Sunartono Minggu, 15 Februari 2015 09:20 WIB
NARKOBA DI LAPAS : Inilah Operator di Balik Lapas

Tersangka SH (memakai penutup kepala), saat diamankan di Mapolres Sleman, Kamis (12/2/2015). Tersangka merupakan sipir Lapas Pakem, Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)

Narkoba di Lapas diduga dikoordinasi oleh seorang warga binaan.

Harianjogja.com, SLEMAN—Belasan sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika II A Pakem, Sleman, diduga mengetahui dan terlibat dalam peredaran narkoba di dalam lapas tersebut. Hingga saat ini, Sat Resnarkoba Polres Sleman dibackup Ditresnarkoba Polda DIY terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap tersangka lain.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menambahkan saat ini pihaknya terus mengembangkan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan memantau warga binaan berinisial FR yang diduga menjadi operator narkoba dari dalam lapas. Selama menjalankan aksinya, FR merekrut sipir sebagai kurirnya.

"Berdasar penyelidikan kami, FR termasuk pembuat sabu sebelumnya," ujar dia, Jumat (13/2/2015)

Berdasar penelusuran Harianjogja.com, FR diketahui adalah Fahrur Rozi. Ia ditangkap Ditresnarkoba Polda DIY pada April 2014 silam karena memiliki pabrik sabu di perum Tamanan, Banguntapan, Bantul. Saat itu Fahrur mengaku sengaja membuat sabu agar masyarakat dapat membeli sabu-sabu dengan harga murah.

Terpisah, Kalapas Narkotika Pakem M. Ali Syah Banna membenarkan jika ada anggotanya yang bekerja sebagai petugas jaga ditangkap oleh Polres Sleman. Terkait hal itu pihaknya siap diajak kerja sama dengan kepolisian dalam rangka pengembangan penyelidikan.

"Kami akan lebih meningkatkan kewaspadaan agar praktik semacam itu tidak terjadi lagi," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online