Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Makanan berbahaya dicurigai terdapat pada produk es batu.
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberdayakan komunitas sekolah untuk mengawasi jajanan di sekolah agar terbebas dari makanan yang yang mengandung zat berbahaya. Termasuk peredaran es batu yang belum memenuhi syarat untuk diminum.
"Es batu kami sudah lakukan analisis di lab hampir semua tidak memenuhi syarat. [Es batu] Memang bukan untuk minum," kata Kepala BPOM Roy A Sparingga dalam sambutan pelantikan Kepala BPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Kepatihan, Senin (16/2/2015)
Roy mengatakan tantangan BPOM saat ini adalah masih tingginya penggunaan bahan berbahaya dalam makanan. BPOM tak bisa melakukan pengawasan sendiri melainkan butuh keterlibatan konsumen dan semua pihak.
Pengawasan jajanan sekolah saja, dari ratusan ribu sekolah di Indonesia, BPOM baru mampu mengawasi 23.000 sekolah dasar. Maka, Roy menegaskan perlunya memberdayakan komunitas sekolah yang terdiri dari orang tua, guru, dan pengelola kantin sekolah.
"Kita tidak bisa menunggu sekolah setiap saat. Pengawasan harus dengan komunitas sekolah," kata Roy.
Kepala BPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatmi mengatakan pengawasan rutin akan terus dilakukan namun perlu kerjasama dengan masyarakat.
"Konsumen adalah pengawas terakhir yang bisa mengurangi peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya," kata Ayu.
Ayu mengaku pengawasan peredaran makanan ini sebenarnya ada di wadah jejaring pangan daerah. Wadah dari lintas institusi ini di DIY sudah terbentuk. Anggotanya terdiri dari Dinas Kesehatan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Kepolisian, dan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM.
Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta, BPOM harus memiliki sistem pengawasan obat yg efektif dan efisien, serta antisipatif dan responsip untuk mencehgah produk berbahaya.
"Jika terlambat akan berdampak korban," tegas Sultan.
Menurut Sultan, saat ini konsumsi masyarakat terhadap produk cenderung meningkat seiring gaya hidup masyarakat dan pola konsumsi. Sementara, pengetahuan masyarakat belum memadai untuk dapat memilih dan menggunakan produk secara tepat benar dan aman. Bahkan, kata Sultan, gencarnya iklan dan promosi produk mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara tak rasional bahkan berlebihan.
"Contoh iklan berenergi tanpa sebutkan peringatan jika penggunaannya secara terus menerus dan cenderung bersifat adiktif bisa berefek buruk pada kesehatan," ujar Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.