Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya TEMUAN UPAL- Pemimpin Bank Indonesia (BI) Solo, Doni P Joewono menunjukkan uang palsu (upal) pecahan seratus ribuan di gedung BI Solo, Kamis (4/8). Petugas BI Solo menyita uang palsu (upal) pecahan seratus ribuan sejumlah satu juta rupiah yang ditukarkan seorang penjual uang baru.
Uang palsu yang beredar di DIY terbilang kecil. Gambaran ini menunjukkan DIY sebagai target pemasaran.
Harianjogja.com, JOGJA–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wilayah target peredaran uang palsu (upal). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah DIY, Arief Budi Santoso menyebut jumlah peredaran upal yang terbilang kecil menjadi ciri wilayah target dan bukan kategori produsen.
Dari data BI DIY jumlah peredaran uang palsu (upal) di 2014 mengalami penurunan dibandingkan tahun
sebelumnya. Jika 2013 ditemukan upal sebanyak 7.662 lembar upal, maka selama 2014 temuan upal sebanyak 1.960 lembar.
Arief mengatakan peredaran jumlah uang palsu per seribu lembarnya untuk kawasan DIY terbilang sangat kecil. Perbandingannya, dari seribu lembar hanya dua lembar uang palsu.
"Ini disebabkan jaringan pengedar semakin sulit mencari celah. Pengetahuan masyarakat untuk membedakan uang asli dan palsu semakin baik,” katanya di Hotel Eastparc Jogja, Selasa (17/2/2015).
Temuan upal yang dilaporkan ke BI, berasal dari luar DIY. Hal itu disebabkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap upal berkembang pesat. Bahkan, para pedagang di pasar-pasar tradisional pun dapat membedakan keberadaan uang palsu dan asli.
Disinggung peredaran upal di Kulonprogo, Arief mengaku belum mendapatkan laporan. Hanya saja, jika dilakukan oleh oknum pelajar, hal itu menandakan jaringan upal mulai menyasar orang-orang yang selama ini sulit untuk dicurigai.
"Mereka memanfaatkan jaringan-jaringan yang tidak diperkirakan. Kalangan pelajar susah diperkirakan,” terangnya.
Pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih gencar lagi. Selama ini, pihaknya melakukan sosialisasi sebatas di
daerah DIY saja. Adapun peredaran upal di Jawa Tengah belum dilakukan sehingga diperkirakan upal masuk melalui kawasan tersebut.
"Sosialisasi kami harus menjangkau Jawa Tengah bagian selatan. Sebab untuk di bagian DIY sosialisasi sudah cukup berhasil. Faktor pendidikan, pemahaman dan sosialisasi sudah menyentuh banyak kalangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.