Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Jalan rusak di Gunungkidul (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Jalan rusak parah di Gunungkidul berkisar 104,32 Km dan 68,82 Km untuk rusak sedang. Adapun usulan anggaran peningkatan perbaikan dicoret.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul harus gigit jari. Pasalnya, anggaran peningkatan jalan senilai Rp9 miliar dicoret Gubernur HB X yang bisa berdampak terhadap perbaikan jalan rusak.
Berdasarkan data dari DPU Gunungkidul, ruas jalan kabupaten mencapai panjang 686 kilometer. Kondisi jalan yang rusak parah sepanjang 104,32 km, sedang jalan rusak sedang 68,82 km.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Gunungkidul mengatakan, hasil evaluasi Gubernur tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015 mengharuskan ada efisiensi. Dampaknya anggaran sekitar Rp9 miliar untuk peningkatan jalan terpaksa dihapus tahun ini.
“Kemungkinan usulan untuk peningkatan ruas jalan dengan aspal hotmix baru dilaksanakan tahun depan. Sebab, tidak mungkin dilakukan tahun ini,” kata Djaka kepada Harianjogja.com, Selasa (17/2/2015).
Dia mengakui, pencoretan anggaran itu akan berdampak terhadap perbaikan ruas jalan di Gunungkidul. Djaka juga tidak menampik, kerusakan makin tambah barah memasuki musim hujan. Sementara, perencanaan perbaikan jalan pada 2014 tidak sesuai rencana. Pasalnya, penetapan APBD Perubahan yang mepet membuat program perbaikan waktu itu dihapus.
“Otomatis kami tidak bisa melakukan perbaikan lanjutan,” tutur dia.
Meski demikian, kata Djaka, usaha perbaikan terus dilakukan. Upaya perbaikan salah satunya dengan model penetrasi. Jalan-jalan yang rusak untuk sementara akan ditambal.
“Kami usahakan rehap kecil-kecilan berupa penetrasi jalan,” ungkapnya.
Kerusakan tidak hanya terjadi di ruas jalan kabupaten. Sebab, jalan-jalan di Gunungkidul milik provinsi atau
pemerintah pusat (nasional) juga rusak.
“Kami hanya mendata jalan kabupaten. Sedang untuk jalan yang lain [provinsi dan nasional] tidak kami tangani, sebab menjadi wewenang pemerintah pusat dan provinsi,” kata Setyo, staf Bidang Bina Marga DPU Gunungkidul.
Dia menjelaskan, untuk kerusakan jalan kabupaten mencapai 25% dari total panjang jalan di Gunungkidul. Kondisi tersebut sudah termasuk kerusakan parah sepanjang 104,32 km.
“Kalau dipersentase kerusakan yang parah mencapai 15 persen dari total ruas jalan yang ada,” ulas Setyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.