Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Dewi mempertontonkan durian seberat tiga kilogram yang ia tebus dengan Rp450.000 dalam lelang di Festival Durian Patuk, Minggu (22/2/2015) (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Festival Durian Patuk salah satunya diisi dengan lelang buah. Sebanyak 19 buah durian dilelang untuk pengunjung.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Buah durian terbesar, yakni seberat 3 Kg terjual sebesar Rp450.000. Pengunjung Festival Durian Patuk yang berhasil membawa pulang durian adalah Magdalena Dwi Santi dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Festival Durian Patuk tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan seperti kontes, lelang dan lomba makan durian. Situasi makin meriah saat lelang durian di mulai. Area seluas 100 meter persegi dipersiapkan untuk lelang. Guna mempermudah dan meperlancar proses lelang, sepanjang area dipasangi tali rafiah. Tujuannya agar para pengunjung tidak sampai masuk.
Dalam festival tersebut mempertontonkan jenis durian lokal. Yakni, Durian Kenconorukmi dan Petruk. Namun yang dilelang hanya jenis Petruk. Sementara, untuk Kenconorukmi diikutkan dalam kontes. Ada 19 durian yang dilelang kepada pengunjung. Harga lelang pun bervariasi tergantung dengan besar kecilnya buah durian. Untuk ukuran terkecil lelang dibuka dengan harga Rp30.000. sementara yang terbesar di buka dengan penawaran harga Rp200.000.
Proses lelang awalnya berjalan biasa-biasa saja. Namun saat pembawa acara mempertontonkan buah yang paling besar, kondisi jadi makin riuh.
Saat harga dibuka dengan penawaran Rp200.000, sahut-sahutan penawaran pun tak terhindarkan. Salah seorang pengunjung pun langsung menawar Rp250.000. Kondisi tersebut, tak berlangsung lama karena ada yang menawar Rp275.000. Riuhnya penawaran mulai berkurang saat harga durian menembus angka Rp400.000. Pengunjung pun mulai terdiam dan menyisakan dua penawar. Salah seorang pengunjung pun menawar dengan harga Rp430.000 untuk durian tersebut.
Kondisi ini sepertinya akan mengunci harga durian seberat tiga kilogram itu. Panitia pun sudah mendekati peserta lelang tersebut. Namun, di detik-detik akhir, ada
pengunjung yang berani membayar Rp450.000 atas nama Magdalena Dwi Santi.
Si penawar pun hanya terlihat pasrah, atas tawaran yang meluncur tersebut. Meski dikompori pengunjung lain dengan tambahan Rp50.000 agar harganya tembus Rp500.000, dia bergeming di penawaran terakhir. Akhirnya panitia pun mengunci durian tersebut dengan harga Rp450.000, atas nama Magdalena Dwi Sinta, pengunjung asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Total 19 durian yang dilelang laku Rp2,4 juta.
Pemenang lelang, Magdalena Dwi Sinta mengaku tidak memermasalahkan harus merogoh kocek yang dalam untuk membayar durian yang membayar durian yang menjadi bintang di festival kali ini. Menurutnya, harga tersebut pantas dan sesuai dengan ukurannya.
“Saya tertarik saja. Apalagi bentuknya juga cantik, sementara di awal-awal lelang, pengunjung juga sangat antusias,” kata Dewi, sapaan akrabnya saat ditemui usai
lelang, Minggu (22/2/2015).
Dia mengaku awalnya datang ke Jogja hanya untuk berlibur. Namun, saat mendengar ada festival durian di Patuk, dia pun tertarik untuk mengikutinya.
“Saya melihat informasi itu dari media sosial. Jujur saya penasaran, sebab ini merupakan festival durian pertama yang saya ikuti,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Festival Muhajir mengatakan, dari 19 durian yang dilelang, panitia berhasil mengumpulkan uang tunai Rp2,4 juta. Uang tersebut rencananya akan dibagi antara petani dengan panitia festival.
“Pembagiannya 70% untuk petani, dan sisanya untuk panitia,” ungkap Aji, sapaan akrabnya.
Dia mengakui, suasana lelang meningkat pesat dibandingkan penyelenggaraan di tahun lalu. dari sisi harga juga sangat berbeda, sebab penawaran tertinggi tahun lalu hanya Rp250.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba