Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Salah seorang peserta terlihat begitu menikmati lomba memakan durian di Festival Durian Patuk bertempat di Gogor Park, Minggu (22/2/2015) (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Festival Durian Patuk 2015 memiliki jumlah kunjungan tiga kali lipat dibanding tahun 2014.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Festival Durian kembali di gelar di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Minggu (22/2/2015). Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan ekowisata Gogor Park sejak pukul 08.30 WIB.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Harianjogja.com, festival ini sempat membuat kondisi kendaraan dari Jogja-Wonosari agak tersendat. Pasalnya, banyak kendaraan yang ingin masuk ke kawasan tersebut. Festival durian sendiri terdiri dari tiga kegiatan, yakni kontes, lelang dan lomba makan durian. Jenis durian yang dipertontonkan merupakan durian lokal, meliputi Kencono Rukmi dan Petruk.
Sekretaris Panitia Festival Muhajir mengatakan festival yang digelar merupakan yang kali kedua. Tujuan kegiatan, selain untuk mengenalkan Kecamatan Patuk sebagai sentra durian, juga untuk mengenalkan kawasan ekowisata Gogor Park.
“Istilahnya sambil menyelam minum air. Sebab kami juga memiliki kawasan yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata,” kata Muhajir kepada Harianjogja.com, kemarin.
Menurut dia, festival tahun ini lebih ramai dibandingkan dengan kegiatan yang digelar tahun lalu. Dari sisi persiapan juga lebih matang, karena tidak terganggu denganbencana abu vulkanik.
Sementara itu, Camat Patuk Haryo Ambar Suwadi mengaku senang dengan keberhasilan acara kemarin. Partisipasi pengunjung meningkat tiga kali lipat dengan jumlah yang hadir di tahun lalu.
“Sangat padat, dan akses jalan juga sempat terhambat,” kata Ambar.
Dia menegaskan, penyelenggaraan di tahun depan harus lebih baik dibandingkan dengan penyelenggaraan saat ini. Untuk itu, ke depan akses keluar masuk kawasan Gogor Park akan lebih diatur. Sementara untuk area parkir akan menggunakan lahan di Balai Desa Salam.
“Ke depannya akan kita atur dengan membuat jalan lingkar. Namun, untuk tempatnya tetap menggunakan lokasi di Gogor Park. Sebab, kami kegiatan ini juga untuk lebih mengenalkan kawasan ekowisata di sana,” kata Ambar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.