Kasus HIV-AIDS Gunungkidul Bertambah, 13 Anak Terpapar
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Salah seorang peserta terlihat begitu menikmati lomba memakan durian di Festival Durian Patuk bertempat di Gogor Park, Minggu (22/2/2015) (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Wisata Gunungkidul akan dimeriahkan dengan rencana pembangunan. Gogor Omah Duren
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemerintah Desa Salam, Kecamatan Patuk berencana membangun Gogor Omah Duren di kawasan ekowisata Gogor Park. Lokasi ini nantinya akan menjadi sentra penjualan buah durian dari petani di kawasan patuk.
Ketua Gogor Park Subarno mengatakan, hasil pertanian di kecamatan begitu melimpah ruah. Komiditas yang dihasilkan bervariasi mulai dari potensi tanaman pangan hingga hortikultura.
"Image Patuk sebagai pengahsil durian juga sudah mengakar kuat. Eksistensi tersebut dapat dilihat dalam penyelenggaraan festival durian dalam dua tahun terakhir," kata Subarno kepada wartawan saat acara sarasehan Among Tani Gunungkidul di komplek Gogor Park, Minggu (1/3/2015).
Dia menjelaskan, konsep yang ditawarkan dengan pendirian bangunan itu adalah mempermudah transaksi jual beli buah durian. Sebab, tempat itu akan dijadikan sebagai tempat berkumpulnya penjual buah durian.
"Fokus utama memang buah durian, tapi tidak menutup kemungkinan hasil buah lainnya di Kecamatan Patuk diperjualbelikan. Kesuksesan pendirian ini mudah-mudahan bisa menggerakan perekonomian terpadu," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Subarno, pembukaan program ini kemungkinan baru terlaksana di tahun depan. Selain harus melalui proses pembangunan lokasi, saat ini panen durian sudah memasuki panen akhir.
"Momennya harus tepat, terutama saat puncak musim durian. Kalau saat ini sudah lewat, dan baru bisa terlaksana di tahun depan," katanya.
Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Desa Salam Nuraini mengatakan, mendukung wacana pembangunan Gogor Omah Duren. Menurut dia, banyak keuntungan yang diperoleh keberadaan tempat itu, salah satunya memudahkan pecinta durian mendapatkan durian asli Patuk.
"Yang paling penting, keberadaan tempat itu bisa menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat lebih baik lagi. Sebab, harga durian yang dijual bisa seragam sehingga tidak merugikan petani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
KPK memantau usulan pembentukan badan khusus pengelola aset rampasan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset dan meminta efektivitasnya dikaji.
Ajax resmi meminjam Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona hingga akhir musim 2026/2027 untuk memperkuat lini penjaga gawang.
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Kemendagri mengkaji penggunaan Dana Alokasi Umum untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal membayar gaji PPPK.
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan penutupan Konsulat Jenderal AS di Medan sebagai bagian dari efisiensi jaringan diplomatik global.