Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Para nelayan Pantai Baron tengah merapikan jaring setelah melaut
Dermaga Baron diharapkan nelayan dapat segera dibangun.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul menyambut antusias adanya wacana pembangunan dermaga di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Mereka percaya, keberadaan dermaga tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Ketua HNSI Gunungkidul Rujimanto mengatakan Pantai Baron memiliki letak yang strategis. Di mana, lokasinya sangat berdekatan dengan aktivitas nelayan. Keberadaan Pelabuhan Sadeng, menurut dia, belum bisa dimaksimalkan karena terkendala dengan letak maupun akses transportasi.
“Kalau di Sadeng, kami harus mengeluarkan biaya ekstra untuk akomodasi ke lokasi. Sedang kalau di Baron jadi di bangun, maka letaknya bisa lebih dekat, dan bisa menghemat biaya,” kata Rujimanto kepada Harianjogja.com, Kamis (26/3/2014).
Dia berpendapat keberadaan pelabuhan yang lebih dekat akan meningkatkan motivasi nelayan untuk melaut. Terlebih lagi, daya juang nelayan Gunungkidul masih kurang, disebabkan bukan dari turunan pelaut asli.
“Ya kalau disuruh memilih, jelas kami memilih dibuatkan pelabuhan dulu,” ungkapnya.
Alasan inilah yang diungkapkan Rujimanto saat menolak kapal pemberian dari pemerintah pusat. Padahal bantuan tersebut diberikan secara cuma- cuma, dan tinggal menjalankan saja.
“Kalau kami mau, pasti sudah diusulkan mendapatkan bantuan kapal di atas sepuluh gross ton. Namun kami tolak, karena kami ingin infrastruktur pendukung terlebih dulu,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan Rujimanto, letak Baron lebih potensial dibandingkan dengan wilayah lain di DIY. Dari sisi anggaran pun akan lebih sedikit, karena tidak membutuhkan breakwater seperti di Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo. Hal itu disebabkan, di Pantai Baron sudah ada tebing dan karang alami sebagai pemecah ombak secara alami.
“Kalau memang jadi di bangun, saya memperkirakan dananya hanya separuh dari pembuatan Tanjung Adikarto. Namun dari sisi kualitas akan lebih baik. Pemerintah juga tidak perlu susah-susah melakukan pengerukan karena sedimentasi,” tutur dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan, pembangunan dermaga atau pelabuhan merupakan wewenang pemerintah pusat. Mengenai pendapat dari para nelayan, Agus tidak memermasalahkannya, sebab itu merupakan hak masing-masing individu atau kelompok.
Peryataan Agus ini didasarkan tidak adanya respon dari nelayan terkait dengan program bantuan kapal senilai ratusan juta rupiah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hingga sekarang, belum ada satu pun kelompok nelayan yang mengajukan bantuan tersebut.
“Kalau saya pribadi ingin bantuan kapal itu dimanfaatkan dulu. Jika bisa dijalankan dengan baik, maka kemungkinan membuat pelabuhan akan lebih besar lagi, karena saya percaya pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan melihat potensi di wilayah,” ujar mantan Kepala Satpol PP itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Prabowo menyiapkan ambulans udara dan dokter terbang untuk mempercepat akses layanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
Telkom menambah genset untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi di Flores, NTT, yang terdampak gempa M7,7.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
Gempa susulan M5,2 mengguncang NTT Minggu pagi. BMKG mencatat 235 gempa susulan dan meminta masyarakat tetap waspada.
Bayern Muenchen juara Telekom Cup setelah menang 3-1 atas Leipzig. Jamal Musiala sempat pingsan setelah mencetak gol.