Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pasar tradisional Bantul, APPSI Pasar Bantul akan menggelar studi banding sekaligus mengadakan sejumlah aktivitas.
Harianjogja.com, BANTUL-Dalam upaya meningkatkan kapabilitas (kemampuan) dalam pengelolaan pedagang pasar, pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Komisariat Pasar Bantul akan melaksanakan studi banding. Kegiatan ini akan dilakukan di Pasar imogiri pada 1 Mei mendatang.
Wakil ketua APPSI Komisariat Pasar Bantul Agus Sulistio mengatakan studi banding ini bertujuan merumuskan program kerja baku, konsolidasi jaringan daerah, pemantapan dan peningkatan pengkaderan anggota.
“Selain itu juga pengembangan partisipasi APPSI terhadap para pedagang pasar khususnya di Bantul,” kata dia belum lama ini.
Selain studi banding, akan digelar pula lomba kebersihan antarpedagang guna menyongsong lomba kebersihan pasar se-DIY. Lomba ini juga akan dilaksanakan pada Bulan Mei. Ia berharap agar pengurus APPSI yang baru saja dilantik ini menjadi jembatan yang strategsi dan mumpuni bagi pedagang dan Pengelola Pasar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.