BANJIR SLEMAN : Seperti Ini Dampak Banjir di Sleman

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jum'at, 24 April 2015 11:20 WIB
BANJIR SLEMAN : Seperti Ini Dampak Banjir di Sleman

Seorang warga mengamati tembok pagar yang longsor akibat diterjang arus Kali Mejing, Dusun Koroulon Kidul, Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak Sleman, Kamis (23/4/2015). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Banjir Sleman berdampak kerusakan sejumlah infrastruktur

Harianjogja.com, SLEMAN-Hujan deras yang melanda wilayah Sleman Rabu (22/4/2015) malam menyisakan kerusakan fasilitas umum hingga fasilitas pribadi di beberapa titik.

Selain terputusnya Jembatan Mangut Puleslor Desa Donokerto, Kecamatan Turi, kerusakan juga terjadi di Depok dan Ngemplak.

Di Depok, Sungai Gajah Wong di Desa Caturtunggal, meluap. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, luapan air mengakibatkan 95 rumah terendam banjir dan sumur warga tercemari air sungai.

Kepala Dusun Mrican yang membawahi Kampung Pringgodani, Sumarji menjelaskan, warga terdampak tinggal sejak puluhan tahun silam. Di situ, mereka menempati tanah kas desa.

“Di Kampung Pringgodani sendiri ada 48 rumah yang terdampak banjir karena berada di deretan paling pinggir Sungai Gajah Wong,” ungkapnya, Kamis (23/4/2015).

Ia mengatakan, warga sudah melakukan antisipasi dengan membangun tanggul berupa pagar batubata. Tidak disangka, arus sungai yang kuat membuat tanggul ambrol.

Sementara kerusakan juga terjadi di Ngemplak. Sebuah pagar milik warga yang langsung berbatasan dengan aliran sungai, longsor akibat terjangan arus sungai yang deras.

Gregorius Sutarjo selaku pemilik rumah yang tinggal di Dusun Koroulon Kidul, Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak mengatakan bahwa pagar yang terbuat dari batako itu longsor sekitar pukul 20.00 WIB.

Awalnya, ia tidak mengetahui hal itu karena kondisi hujan yang deras dan berisik membuatnya tidak mendengar apapun dari dalam rumah. Setelah keesokan hari ada tetangga yang laporan, ia baru mengetahui jika pagar rumahnya setinggi tiga meter itu runtuh.

"Kata tetangga, semalam waktu kejadian itu seperti gempa. Tiba-tiba bruk, lantai bergetar, ternyata pagarnya ambrol," kata Sutarjo mengulang penjelasan dari tetangganya.

Longsoran pagar sepanjang lima meter itu hampir memenuhi sepertiga dari lebar sungai yang dikenal dengan nama Kali Mejing itu. "Kali Mejing langsung bermuara ke Kali Opak," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online