Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Peserta menunjukan sanggul yang dikenakan saat mengikuti pemecahan rekor MURI "Tata rias 1800 wanita mengenakan kebaya khas Yogyakarta bengan mengenakan sanggul tekuk" di The Sahid Rich Jogja Hotel, Kamis (23/04/2015). Pemecahan rekor itu memiliki tujuan untuk mengenalkan kepada para penata rias ataupun generasi muda akan adanya pakem sanggul tekuk khas Yogyakarta dengan lungsen dan perhiasan berupa ceplok jentit, semyok atau tlesepan. Rekor terpecahkan dengan kehadiran 1955
Rekor Muri dipecahkan 2.067 perempuan yang mengenakan kebaya dan sanggul tekuk.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 2.067 perempuan dari seluruh DIY memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan berpakaian kebaya dan sanggul tekuk di Ballroom Hotel Sahid Rich Jogja, Kamis (23/4/2015).
Pemecahan rekor Muri Tata Rias 1.800 Wanita Mengenakan Kebaya Khas Jogja dengan Sanggul Tekuk Bersama Viva Cosmetics itu diselenggarakan oleh DPD Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia Tiara Kusuma DIY. Tak disangka jumlah peserta melebihi perkiraan. Dalam hitungan Muri, jumlah peserta mencapai 2.067 orang.
Ketua DPD Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia Tiara Kusuma DIY, KRAy SM Anglingkusumo mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi bukti peningkatan profesi perias kepada masyarakat dan perempuan. Kegiatan ini menjadi ajang melestarikan tata rias wajah dan sanggul tradisional yang sesuai busana daerah.
"Kami ingin memperkenalkan pada generasi muda dan pendatang di Jogja, ini loh busana daerah yang baik dan benar," tuturnya.
Perwakilan Muri, Paulus Pangka menyebutkan penghargaan tidak hanya untuk perempuan berpakaian kebaya dan sanggul tekuk terbanyak yakni 2.067 orang, tetapi juga perempuan memakai bedak dan lipstik bersama.
"Untuk dua jenis itu, jumlah 2.067 merupakan yang terbanyak, setelah sebelumnya ada 1.530 perempuan ber-make-up dan sanggul sendiri," jelasnya.
Direktur Distribusi Viva Cosmetics untuk Indonesia Timur, Yusuf Wiharto menambahkan pihaknya mendukung kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia.
"Pelestarian budaya perlu didukung, sebab jika tidak didukung, budaya bisa luntur," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.