Mantan Kades Diusulkan Jadi Pj Kepala Desa, Ini Alasannya
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Banjir Jogja mengundang simpati dari Laskar Jogja. Mereka membari bantuan pada para korban
Harianjogja.com, JOGJA-Puluhan anggota Laskar Jogja bersama dengan perwakilan masyarakat serta ormas Merkids Pro Sosial memberikan bantuan ke ratusan warga yang tinggal di bantaran Sungai Code, Jumat (24/4/2015).
Bantuan berupa dua kuintal beras, 20 dus mie instan, serta uang tunai Rp5 juta diserahkan kepada sesepuh dan Ketua RT setempat supaya dapat diteruskan kepada warga yang membutuhkan.
Humas Laskar Jogja Setiawan Okie menyebutkan bakti sosial dilakukan di tiga titik, yakni Ledok Beji, Ledok Cokrodirjan dan Ledok Sayidan.
"Ini sebagai usaha untuk meringankan beban sesama terlebih wilayah tersebut baru saja dilanda banjir," ujarnya, Sabtu (25/4/2015).
Diungkapkannya, alasan memilih tiga titik tersebut berdasarkan survei yang telah dilakukan sebelumnya. Hasilnya, ketiga lokasi itu paling parah terdampak banjir. Kegiatan bakti sosial, jelas Okie, menjadi agenda rutin Laskar Jogja.
Tidak hanya bekerjasama dengan komunitas, melainkan juga dengan PMI melalui kegiatan donor darah.
Ia menambahkan, ormas yang diketuai Indra Eka Putra ini mempunyai visi dan misi mengajak seluruh lapisan masyarakat di Jogja untuk menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif serta ikut mempertahankan keistimewaan Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.