RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kuspilah, 55, warga Cokrodiningratan sedang melihat-lihat sayuran tanaman hidroponik di Markas Kodim Jogja, Minggu (26/4/2015). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Ada kebun sayuran di Markas Kodim Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Markas TNI Kodim 0734 Jogja mendadak jadi perhatian banyak orang, Minggu (26/4/2015).
Bukan karena ada latihan tembak atau simulasi pengamanan, namun karena kantor TNI di Jalan AM Sangaji tersebut dipenuhi dengan aneka macam sayuran segar yang siap panen.
Meski halaman Kodim 0734 hampir semuanya tembok dan beton namun lewat kreatifitas anggota TNI sayuran itu bisa tumbuh subur. Media tanam sayuran itu tanpa menggunakan tanah melainkan menggunakan paralon yang dialiri air. Kemudian paralon itu diberi lubang kecil-kecil untuk tanaman sayuran.
Agar biji sayuran tumbuh dan berkembang, diberi media kapas atau serabut untuk menguatkan akar sayuran. Media tanaman seperti ini biasa disebut tanaman hidroponik.
Tanaman hidroponik cocok ditanam di perumahan atau perkantoran yang tidak memiliki tanah. Karena tanaman hidroponik hanya butuh air, udara, cahaya, serta nutrisi yang dicampur kedalam air.
Komandan Kodim 0734 Jogja, Renal A Sinaga mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tanaman hidroponik. Padahal tanaman hidroponik sangat cocok untuk wilayah perkotaan yang minim tanah. Kedepan, Kodim Jogja siap memfasilitasi pelatihan kepada masyarakat cara membuat tanaman hidroponik.
Seorang inisiator tanaman hidroponik di Kodim Jogja, Marwin mengatakan tanaman hidroponik juga memiliki keunggulan dibanding tanaman biasanya. "Dalam waktu 25 hari sayuran sudah bisa dipanen," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.