Top Ten News Harianjogja.com Edisi Senin 25 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Ketua Asosiasi Petani Nata de coco DIY, Nana Hapsari Putri bersama puluhan petani nata de coco beradisensi untuk mengadukan nasib mereka kepada wakil rakyat di DPRD DIY di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (21/04/2015). Mereka membawa sejumlah tenaga ahli di bidang kimia maupun pertanian dan pangan untuk menjelasakan bahwa penggunaan pupuk ZA sebagai salah satu bahan pembuat nata de coco adalah aman. Produk nata de coco yang diproduksi oleh sekitar 500 petani di DIY kini m
Kasus nata de coco, petani menemui Sultan untuk meminta dukungan.
Harianjogja.com, JOGJA-Asosiasi Petani Nata De Coco DIY menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan, Rabu (6/5/2015). Mereka minta dukungan Sultan agar bisa beroperasi kembali dalam memproduksi bahan baku nata de coco.
Ketua Asosiasi Nata De Coco DIY, Nana Hapsari Putri mengatakan sudah satu bulan lebih pasca-penggerebekan polisi sampai saat ini petani nata de coco kehilangan pekerjaan.
"Kami harap Sultan bisa bantu kami," kata dia sebelum beraudiensi dengan Sultan.
Nana menyatakan, sampai saat ini belum ada kesimpulan atas tuduhan bahwa produksi nata de coco mengandung logam gara-gara menggunakan pupuk amonium sulfat non food great. Bahkan Nana menuduh ada permainan di balik tuduhan pihak yang menganggap pembuatan nata de coco berbahaya.
Nana mengakui penggunaan amonium sulfat non-food great belum ada regulasi sehingga petani nata de coco tidak bisa dianggap melanggar.
"Sekarang kan petani nata de coco seperti digantung, tidak ada kejelasan, mau beroperasi masih ketakutan," tegas Nana.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY, I Gusti Ayu Aryapatni mengatakan, lembaganya belum melakukan uji laboratorium semua unsur dalam pembuatan bahan baku nata de coco. Baru tiga unsur yang diuji. Sejauh ini hasil tersebut masih dibawah standar yang dipersyaratkan.
Gusti Ayu menyatakan, saat ini regulasi tentang penggunaan amonium sulfat sebagai bahan pembantu membuat makanan, masih digodok di pusat.
"Kami belum bisa merespons, hari ini [kemarin] regulasinya masih dibahas," ujar dia.
Ia menambahkan, penggunaan amonium sulfat untuk nata de coco kemasan sudah ada syarat standar nasional Indonesia (SNI). Tapi jika digunakan sebagai bahan penolong, pembuatan bahan baku nata de coco belum ada regulasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
WMO memperingatkan suhu global berpotensi memecahkan rekor baru dalam lima tahun ke depan akibat tren pemanasan global yang terus meningkat.
PPIH Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS demi keselamatan di tengah cuaca panas dan kepadatan.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.