Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berbincang dengan Ketua DPRD DIY Yuke Indra Laksana(kiri) dan Kapolda DIY Brigjen Pol. Erwin Triwanto (kanan) seusai penangdatangan nota kesepahaman tentang pendaftaran calon anggota Polri dan aparatur sipil negara Polrsi di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (08/05/2015). Kerjasama ini menyakngkut proses sekeksi administrasi yang berbasis pada data kependudukan calon anggota Polri.
Sultan Minta Polisi menjadi keukuatan sipil
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, polisi harus menjadi kekuatan sipil, meski masih mewarisi karekteristik militer terutama dalam seragam, bergerak menurut komando, dan ciri militer lainnya.
Hal itu diungkapkan Sultan dalam penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Polda DIY, Pemda DIY, tentang Seleksi Administrasi Calon Anggota Polri dan Calon Aparatur Sipil Polri di Kepatihan, Jumat (8/5/2015).
Menurut Sultan hubungan interaktif antara polisi dan masyarakat merupakan entry poin polisi untuk menjadi polisi sipil.
“Tapi mestinya penampilan militernya hanya sampai di situ, dan selebihnya ia adalah kekuatan sipil,” katanya.
Untuk mengubah polisi menjadi berwatak sipil, imbuhnya, memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Sebab tradisi militer sudah melekat dengan Polri selama puluhan tahun.
Sultan mengatakan polisi adalah profesi rumit dan unik. Tak ada profesi yang setiap anggotanya memiliki kewenangan mengambil keputusan segera, bahkan tak dapat ditunda-tunda.
Sementara profesi lain selalu ada ruang waktu untuk berpikir, berencana, bernegosiasi, bahkan berdiskusi sebelum ambil keputusan.
"Gangguan kamtibmas datang tiap waktu tak pernah ada negosiasi. Antara tindakan dan keputusan hanya memakan waktu terbilang detik," kata Sultan.
Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi, Erwin Triwanto mengatakan polisi merupakan bagian dari masyarakat sipil, dan bukan militer. Ia mengakui sejak awal reformasi perilaku polisi masih semi militer. Apa yang disampaikan Sultan, kata dia, merupakan harapan masyarakat secara umum. "Kami sedikit demi sedikit akan menuju ke polisi sipil," kata Erwin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.