Pilkada Bantul : Pemuda Singosaren Bertekad Kawal Proses Demokrasi
JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO AKSI SIMPATIK SELAMATKAN KPK -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-UGM melakukan aksi simpatik di Bundaran UGM, Sleman, Jumat (28/10). Momentum Hari Sumpah Pemuda digunakan para mahasiswa ini untuk menggelar aksi penyelamatan KPK untuk apat bangkit melawan korupsi dan mampu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.
Pilkada Bantul berjalan tertib, lancar dan transparan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda.
Harianjogja.com, BANTUL-Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serempak 2015, generasi muda terus digembleng pendidikan politik. Kali ini adalah pemuda-pemudi Karang Taruna Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan.
Melalui Gerakan Sekolah Politik dan Pelopor Demokrasi, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang didukung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul dan Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bermaksud memberikan pendidikan politik kepada para pemuda di Desa Singosaren. Terlebih 2015-2016 ini merupakan momentum pesta demokrasi bagi masyarakat DIY.
Ketua Tim PKM Fatikh Muhammad mengakui pentingnya pendidikan politik itu bagi pemuda. Selain sebagai penambahan wawasan demokrasi, pemuda juga merupakan aset bangsa, terutama dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya proses demokrasi.
"Tidak usah bicara dalam skala luas, melainkan skala sempit, di sekitar desa mereka sendiri," ucapnya saat dihubungi, Kamis (4/6/2015) siang.
Menurutnya, berbeda dengan pemilihan legislatif dan presiden, pemilihan kepala daerah tentu memiliki konflik dan persoalan yang lebih unik dan spesifik. Itulah sebabnya, peran pemuda menjadi sangat penting, terutama dalam membantu pengawasan.
Memang, dalam launching awal kali ini, pihaknya tidak secara spesifik membeberkan persoalan teknis terkait pilkada Bantul. Meski begitu, dirinya hanya menekankan kepada para pemuda Desa Singosaren tersebut untuk mewaspadai adanya gejala money politic dalam proses pilkada tersebut.
Sementara Ketua Karang Taruna Jaya Kusuma, Singosaren, Banguntapan, Jaya Kusuma mengaku gembira dengan adanya tim pendamping sekolah politik tersebut di daerahnya. Pasalnya, dengan adanya tim itu, ia berharap kawan-kawannya sesama pemuda bisa turut mengawasi jalannya proses pemilihan nantinya.
Ia tak memungkiri, persoalan di Pilkada akan jauh lebih kompleks ketimbang Pilpres. Itulah sebabnya, pihaknya berupaya mengerahkan pemuda Singosaren untuk turut aktif mengawal jalannya proses demokrasi sejak awal hingga penetapan pasangan terpilih nantinya.
"Terutama yang ada di Desa Singosaren," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share