Bursa Mineral Prabowo Didukung APNI, Ini Syaratnya
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Ilustrasi paspor
Izin tinggal untuk 12 WNA bermasalah.
Harianjogja.com, SLEMAN-Memasuki pertengahan tahun, Kantor Imigrasi Kelas 1 DIY mendeportasi
12 warga negara asing (WNA) yang bermasalah. Keduabelas WNA itu berasal dari Australia, Iran,
Italia, Amerika Serikat, Timor Leste, Singapura, India, tiga dari Malaysia, dan dua WNA dari Jerman.
Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan, Penindakan Keimigrasian (Wasdakin) Kantor Imigrasi Kelas 1
Yogyakarta, Hananto Kuscahyono mengatakan, dari 12 WNA itu, lima diantaranya merupakan hasil
operasi terakhir yang dilakukan belum lama ini.
"Lima WNA ini dari Australia, Italia, dua dari Jerman dan satu lagi Iran," ucap Hananto di ruangannya,
Senin (8/6/2015).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk WNA Australia terlibat kasus penyalahgunaan izin tinggal. Selama
tinggal di Jogja, ia menggunakan visa on travel atau visa perjalanan wisata namun pada
kenyataannya WNA ini bekerja di salah satu perusahaan di Jogja.
"Kalau yang Italia, dia menghilangkan visa secara sengaja. Visa yang jadi satu pada pasport dikelupas
padahal yang bersangkutan tinggal di Indonesia. Izin tinggalnya justru dirusak," tuturnya.
Sementara tiga lainnya, mereka menggunakan visa kunjungan.
"Yang WNA Jerman, ngakunya ada kegiatan di rumah makan. Tapi begitu diinterview ternyata sekalian
cari kerja," kata Hananto.
Sementara WNA dari Iran mengaku membantu di sebuah cafe tapi tidak dibayar dan hanya tinggal di
situ.
"Meski baru diduga melakukan hal yang tidak baik saja, kita berhak memulangkannya. Masa iya mau
bekerja tapi nggak digaji," ungkapnya lagi.
Staf Wasdakin, Teja Harso mengatakan, jika dibandingkan dengan data tahun 2014 lalu, angka WNA
yang terkena deportasi menurun. Sebab hingga pertengahan tahun 2014, ada 13 WNA dideportasi
dan akhir 2014 ada 19 WNA. Namun penurunan data itu belum bisa dipastikan apakah bertahan
sampai akhir tahun atau tidak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.
Hingga Kamis (20/8/2026), para penyintas gempa masih menghadapi situasi sulit akibat gempa susulan yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Pemerintah mengoperasikan 52 pesawat untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.