Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Bangunan cagar budaya (BCB) sekaligus bangunan warisan budaya (BWB) yang rusak. (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
Bangunan cagar budaya Tjan Blom Thiong tengah menjadi perbincangan karena dihancurkan untuk pembangunan hotel.
Harianjogja.com, JOGJA-Tjan Blom Thiong tengah menjadi pembahasan lantaran dikategorikan sebagai Bangunan cagar budaya (BCB) sekaligus Bangunan Warisan Budaya (BWB). Lalu apakah keistimewaan bangunan bergaya tionghoa tersebut? Jika sudah ditetapkan sebagai BCB & BWB mengapa dapat dibongkar?
Salah satu pengawas pembangunan hotel saat ditemui Harianjogja.com enggan memberikan konfirmasi terkait pembongkaran rumah tionghoa kuno yang sudah masuk BWB.
"Soal itu [pembongkaran BWB] saya tidak tahu menahu," kata pengawas pembangunan yang biasa dipanggil Pak Adi oleh warga sekitar, Selasa (9/6/2015).
Adi malah menyarankan Harianjogja.com agar persoalan pembongkaran BWB bisa langsung mengkonfirmasi Chang Wendriyanto. Chang Wendriyanto yang dimaksud adalah salah satu Anggota DPRD DIY, yang rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi pembangunan hotel.
Chang Wendriyanto saat dimintai konfirmasi melalui saluran telepon tidak menampik dia ikut bertanggungjawab dalam pembangunan hotel. Chang menyatakan, bangunan rumah tionghoa kuno yang dianggap sudah terdaftar menjadi BWB tidak diketahui warga.
"Sampai hari ini warga tidak pernah tahu kalau ada benda cagar budaya disitu [bakal hotel]," kata Chang.
Chang mengklaim pembangunan hotel sudah melalui prosedur yang berlaku, mulai dari IMB, izin gangguan sampai sosialisasi warga sekitar hotel. Diakuinya, tidak ada warga yang mengatakan bahwa di lokasi hotel ada BWB yang sudah terdaftar.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun menyebut pemerintah kurang responsif dalam mendata benda warisan budaya.
"Kalau memang ada BWB kenapa pemerintah selama ini diam saja, tidak pernah menindaklanjuti," tukas Chang, yang juga anggota Komisi C DPRD DIY. Chang Wendriyanto juga merupakan mantan Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja periode 2009-2014.
Terpisah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono belum bisa mengambil keputusan terkait pembongkaran rumah cina kuno menjadi hotel. Sultan mengaku masih menunggu surat rekomendasi dari LO DIY.
"Ombudsman mau ngasih surat tembusan ke saya, tapi saya belum menerima," katanya di Kepatihan.
Sultan mengaku sudah menerima audiensi dari komisioner LO DIY. Dalam audiensi tersebut, Sultan mengatakan sudah menyampaikan agar LO mengirimkan surat rekomendasi ke Walikota Jogja, dengan tembusan Gubernur DIY.
"Dari dasar tembusan itu baru saya bisa berbuat sesuatu," ucap Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Kemenpar merilis statistik pariwisata 2025 di 10 DPP dan 3 DPR. Simak daftar destinasi serta indikator yang menjadi perhatian pemerintah.
PGN Gagas memperluas penggunaan CNG di Jogja dan Jawa Tengah. CNG diklaim bisa menghemat biaya energi hingga 30%.
Forum IHKS 2026 di Jogja menghadirkan 100 ahli ortopedi dari 15 negara untuk membahas sendi, operasi robotik, hingga AI dalam dunia medis.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan Zona Travel di Hall 10 dalam gelaran BNI wondrX 2026 yang berlangsung di ICE BSD City