Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Warga dan wisatwan berjalan di samping karya instalasi dalam pameran instalasi seni daur ulang di jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (05/06/2015). Sejumlah karya seni instalasi yang dipasang di sepanjang jalan malioboro itu merupakan merupakan rangkaian acara Festival Budaya Ruwahan Apeman Malioboro#VI 2015 yang akan berlangsung 5 Juni-10Juli 2015.
Jogja Istimewa dari segala aspek, tetapi ketersediaan pertunjukkan seni tradisional justru masih minim.
Harianjogja.com, JOGJA-Ruang untuk seni tradisional di Jogja masih minim. Idealnya, pertunjukkan seni tradisional dapat digelar satu bulan sekali sebagai bentuk apresiasi dan upaya melestarikan nilai-nilai tradisi. Namun, kegiatan semacam ini baru dilakukan musiman.
Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Jogja Christriyati Ariyani di sela-sela Festival Kesenian Tradisional DIY di Pendopo Taman Siswa, Kamis (11/6/2015).
Menurutnya, penyelenggaraan festival kesenian tradisional tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, melainkan juga perlu dilakukan secara mandiri oleh masyarakat atau swasta. Sebab pengadaan ruang untuk berkesenian dapat memotivasi serta merangsang munculnya berbagai macam jenis kesenian.
"Seni yang berkembang dapat memunculkan kesenian baru dan memperkaya nilai bangsa," ujarnya.
Ketua Panitia Festival Kesenian Tradisional DIY Noor Sulistyo Budi menilai seni tradisional terancam punah dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilestarikan.
"Oleh karena itu melalui acara ini kami berusaha mengenalkan dan mempromosikan kembali seni tradisional khususnya tari supaya diketahui banyak orang," paparnya.
Ia mencontohkan, tari Gambyong yang dimainkan untuk menyambut tamu mulai jarang ditampilkan. Disebutkannya, kegiatan ini diikuti lebih dari 150 seniman se-DIY dari berbagai kelompok tari. Festival ini, kata dia, menjadi wadah untuk mempopulerkan kembali seni tradisional.
Beberapa tari yang dipertontonkan, antara lain, Trengganon, Angguk Kipas, Sekar Putri, Lengger Tepeng, Bedhaya Kotabaru, Tayub Rinenggo, dan sebagainya.
Kasi Kesenian Dinas Kebudayaan DIY Yuliana Emi Lestari Rahayu mengatakan Pemda DIY melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya mendukung keberlangsungan seni tradisional melalui kegiatan ini.
"Kegiatan ini dapat memperkuat identitas bangsa di tengah badai globalisasi," tandasnya. (Switzy Sabandar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.