Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kendaraan dinas baru untuk pejabat di Gunungkidul terparkir di Gedung Pemkab Gunungkidul, Selasa (23/12). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Libur lebaran ini, semua mobil dinas Pemda DIY dikandangkan di Kepatihan, tidak diperbolehkan untuk mudik
Harianjogja.com, JOGJA-Semua mobil dinas pegawai negeri di jajaran Pemda DIY, Rabu (15/7/2015), dikandangkan di Komplek Kepatihan. Namun karena keterbatasan tempat, sebagian mobil dinas pejabat akhirnya tetap boleh dibawa pulang, namun dilarang untuk dibawa mudik ke luar daerah.
"Mobil dinas tetap harus stanby," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY, Iswanto.
Iswanto mengatakan mobil dinas jabatan yang melekat pada jabatan eselon II dan III pengawasannya selama liburan lebaran tetap menjadi tanggungjawab pejabat. Meski demikian sesuai aturan, kata dia, mobil dinas tetap tidak boleh digunakan kecuali untuk kepentingan kedinasan.
Sementara mobil dinas operasional, Pemda DIY sudah menunjuk petugas khusus untuk memantau sekaligus memanasi kendaraan setiap harinya. Kendaraan itu diparkir di Kepatihan mulai 15-21 Juli atau sesuai dengan masa cuti PNS.
Kepala Biro Umum Humas dan Protokol, Pemda DIY, Haryanta menegaskan, bagi pejabat yang tidak mengindahkan surat edaran (SE) Gubernur DIY tentang Larangan Menggunakan Mobil Dinas Untuk Mudik, akan terkena sanksi.
Haryanto sendiri mengaku tidak akan menggunakan mobil dinasnya untuk keperluan silaturahmi lebaran nanti. Ia akan menggunakan mobil pribadinya.
Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Arif Noor Hartanto mengatakan sepakat dengan larangan penggunaan mobil dinas untuk mudik. "Memang mobil dinas seharusnya digunakan untuk acara kedinasan," kata dia.
Arif salah satu pejabat yang memperoleh mobil dinas pun siap mematuhi aturan gubernur tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.