Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Perpindahan penduduk di Sleman lebih banyak penduduk masuk daripada keluar
Harianjogja.com, SLEMAN-Jumlah perpindahan penduduk (migrasi) dari luar daerah ke Sleman lebih besar dibandingkan jumlah penduduk yang keluar Sleman.
Usai Lebaran ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman juga tidak mencatat kenaikan signifikan perpindahan penduduk dari Sleman ke luar daerah.
Kepala Disdukcapil Supardi mencatat, jumlah penduduk masuk Sleman sejak Januari sampai Juni 2015 sebanyak 1.147 orang. Sebaliknya, penduduk yang keluar hanya 652 orang.
Kepala Disdukcapil Sleman Supardi mengatakan, peningkatan migrasi dari luar daerah ke Sleman paling banyak terjadi bersamaan menjelang tahun ajaran baru atau saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). "Perpindahan penduduk naik menjelang PPDB," tegas Supardi, Rabu (22/7/2015).
Ia mengatakan migrasi saat musim PPDB bisa meningkat 20%. Mereka yang melakukan migrasi kebanyakan berasal dari Riau, Lampung, Jakarta dan daerah lainnya. Mereka pindah kependudukan ke Sleman diduga agar dapat diterima sekolah di Sleman tanpa dikenai kuota luar daerah.
"Mereka yang pindah Sleman hanya ngejar agar bisa sekolah di Sleman," ucapnya lagi. Hal itu mengingat Sleman sebagai pusat kota pendidikan di Jogja. Banyak pilihan sekolah dan perguruan tinggi ternama yang menjadi alternatif calon peserta didik.
Selama ini tidak ada syarat minimal lama tinggal bagi warga yang akan bermigrasi ke Sleman. Oleh karenanya hal ini tidak menjadi penghalang bagi penduduk yang akan sekolah di Sleman untuk mengurus perpindahan penduduk. "Selama persyaratan [perpindahan] sesuai ketentuan, tidak ada larangan masuk Sleman," kata Supardi. Menurutnya perpindahan penduduk adalah hak asasi manusia.
Sementara terkait perpindahan penduduk dari Sleman, Bupati Sleman Sri Purnomo sebelumnya telah mengimbau bagi warganya yang akan bermigrasi ke luar daerah agar memastikan terlebih dulu pekerjaan yang diincar. Bagi warga yang pasca Lebaran ini ingin ikut saudara atau teman ke luar daerah untuk mencari pekerjaan, harus dipastikan terlebih dulu lowongan yang ada, sistem kerja dan juga penghasilannya.
"Pastikan pekerjaannya. Kalau tidak jelas sebaiknya tidak ikut," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.