BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi Muhammad Khamdi MENANAM--Beberapa petani sedang menanam bibit tembakau di lahan persawahan Desa Tijayan, Manisrenggo, Jumat (10/6). Petani tembakau saat ini mengeluhkan tingginya harga bibit. SOLOPOS 13 JUN 2011 HAL V KLATEN
Musim kemarau yang melanda tahun ini dapat dihadapi dengan tidak menanam padi.
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko mengimbau petani untuk tidak menanam padi selama musim kemarau berlangsung karena ketersediaan air tidak mencukupi. Ia menyarankan petani agar menanam tanaman hortikulura dan palawija.
"Kami sudah minta petani jangan memaksakan untuk menanam padi," kata Sasongko saat dihubungi, Selasa (11/8/2015)
Sasongko mengatakan di musim kemarau ini lebih cocok ditanami palawija dan tanaman holtikultura, karena tanaman itu tidak membutuhkan banyak air. Ia mengapresiasi sudah banyak petani yang menanam kacang-kacangan dan bawang merah, bahkan sudah panen.
Sasongko mengaku imbauannya tersebut terutama untuk petani di daerah Sleman dan Bantul karena jauh dari pusat pasokan air, serta Gunungkidul yang mayoritas masih mengandalkan air tadah hujan. Sementara sebagian wilayah di Kulonprogo masih bisa teraliri air dari sungai Progo, "Dan Agustus ini sudah mulai tanam benih," kata dia.
Dinas Pertanian juga telah menyiapkan bantuan pompa air untuk lokasi yang dekat dengan sumber air. Terkait program hujan buatan yang dicanangkan pemerintah pusat, Sasongko berharap program itu cepat terealisasi, karena sangat dibutuhkan oleh petani.
Selama musim kemarau ini Sasongko mengatakan memang telah terjadi pengurangan produksi padi karena gagal panen di spot-spot tertentu terutama daerah dataran tinggi. Namun pengurangan produksi itu tidak terlalu signifikan. Dia mengklaim pasokan beras DIY tidak akan terganggu karena masih banyak stok.
Kepala Sub Bagian Program dan Informasi, Dinas Pertanian DIY, Suharto menyebutkan, selama April-Juli jumlah tanaman padi yang gagal panen di DIY sebanyak 65 hektare. Jumlah terbanyak di Kulonprogo, disusul Sleman, kemudian Bantul dan Gunungkidul.
Menurut Suharto, gagal panen itu disebabkan karena petani tidak mematuhi imbauan pemerintah kabupaten di wilayah tersebut. "Padahal bupati dan penyuluh pertanian sudah memberikan imbauan agar tidak menanam padi karena tidak cukup air," kata Suharto.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pemerintah Sleman untuk mengantisipasi gagal panen di musim kemarau ini, mengingat Sleman merupakan daerah lumbung padi untuk DIY. Sultan tidak menginginkan peristiwa gagal panen pada 2009 lalu kembali terulang. Saat itu kekeringan berdampak gagal panen sebanyak 300 hektare lahan pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care ke rumah pasien, termasuk perawatan luka, kateter, NGT, injeksi, hingga kunjungan dokter.