INDUSTRI KREATIF JOGJA : JCA akan Bahas Standar Harga Karya Industri Kreatif

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Kamis, 20 Agustus 2015 14:20 WIB
INDUSTRI KREATIF JOGJA : JCA akan Bahas Standar Harga Karya Industri Kreatif

GKR Hayu ketika memberikan sambutan dalam peluncuran JCA di Black Canyon Coffee, Babarsari, Sleman, Rabu (19/8/2015). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Industri Kreatif Jogja punya wadah, yang salah satunya akan membahas harga karya

Harianjogja.com, SLEMAN—Jogja Creative Association (JCA) yang merupakan wadah industri kreatif diluncurkan di Black Canyon Coffee, Babarsari, Sleman, Rabu (19/8/2015).

Ketua JCA Bayu Sulistyo Subyantoro  mengungkapkan, JCA merupakan asosiasi industri kreatif Jogja yang didirikan awal 2015 untuk mendukung berkembangnya industri kreatif Jogja. Ada berbagai macam industri yang tercakup di dalamnya, misalnya, komik, animasi, game, dan musik.

JCA memiliki peran untuk memfasilitasi industri tersebut mulai dari aspek promosi, legal, workshop, hingga pemasaran. Ada pun program yang sudah direncanakan yakni workshop spesialisasi, pameran tiap tahun, industri review, radio talkshow, dan community gathering.

"Dalam perkembangannya, diharapkan JCA bisa menumbuhkan industri kreatif mandiri di Jogja," ujar dia dalam peluncuran JCA di Black Canyon Coffee, Rabu (19/8/2015).

Bayu mengungkapkan, selama ini para pelaku industri kreatif tersebut masih terpencar layaknya kepingan lego. Melalui wadah JCA, kepingan-kepingan lego tersebut dikumpulkan berdasarkan warna dalam hal ini jenis industri  kreatif yang digeluti.

“Saat ini, tahapannya memang masih mengelompokkan. Tapi, harapan ke depan potensi yang ada bisa dieksplorasi,” ujar dia.

Bayu juga berharap, para pelaku industri kreatif bisa bersatu untuk maju. Selain itu, dukungan pemerintah juga sangat perlu agar lebih berkembang lagi. Langkah awal yang diambil misalnya dengan meningkatkan awareness dan eksistensi JCA di masyarakat sehingga JCA menjadi familier.

“Keanggotaan JCA terbuka untuk umum asal domisilinya di Jogja. Yang penting memiliki minat dan aktif di bidang industri kreatif. Tidak perlu memiliki karya lebih dulu karena bisa sama-sama belajar,” ucap dia.

Ia menjelaskan, kendala yang dihadapi para pelaku industri adalah standarisasi harga. Untuk itu, JCA akan menggodok mengenai standar harga dari setiap karya. Selain itu, profesionalisme dalam pengerjaan suatu karya juga perlu dibuat. “Secepatnya, kami akan membuat data base yang bisa diakses melalui website kami,” ungkap dia.

Salah satu Pembina JCA GKR Hayu menambahkan, untuk maju, seluruh aspek harus bersatu. “Kalau ingin jalan cepat jalanlah sendiri. Tapi, kalau mau jalannya jauh, jalanlah sama-sama. Semua komponen harus bersatu,” ungkap dia.

Ia mengatakan, potensi yang ada di DIY sangat besar. Potensi tersebut harus diakomodasi sehingga lebih terarah dan bisa berkembang. Ia optimistis, dengan adanya wadah tersebut, impian untuk mencapai Jogja sebagai Kota Industri Kreatif akan terwujud.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis