Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Aneka mesin cuci di Toko Elektronik Candi, Solo (Arif Fajar S./JIBI/Solopos)
Penjualan elektronik di Jogja meningkat untuk jenis AC dan almari es
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah pengusaha peralatan elektronik rumah tangga berharap musim kemarau ini penjualan almari es dan pendingin udara atau air conditioner (AC). Pasalnya, penjualan barang-barang elektronik saat ini tidak menggembirakan dibandingkan tahun lalu.
Direktur Utama A Takrib Rohzy Guntoro mengatakan, saat ini penjualan almari es maupun AC mulai mengalami kenaikan. Kenaikan penjualan kedua peralatan tersebut mulai terjadi seiring dengan masuknya musim kemarau beberapa waktu lalu.
“Kenaikannya memang tidak terlalu besar. Baik AC maupun almari es, masing-masing hanya mengalami kenaikan sebesar lima persen saja. Tetapi, [kenaikan] itu cukup membantu,” ujar Guntoro.
Sementara, untuk produk peralatan perumahan lainnya seperti home theater, media player, mesin cuci, dan lainnya penjualannya cenderung stagnan bahkan turun. Dia berharap, untuk mampu meningkatkan penjualan pemerintah segera memberikan stimulus.
“Selain itu, proyek-proyek pengadaan AC atau peralatan lainnya segera dilakukan. Ini sudah masuk triwulan ketiga. Seharusnya sudah dilakukan tapi sampai saat ini belum,” tandasnya.
Terpisah, Premium Consultant Brand Shop LG Khalid Karib mengatakan, selama musim kemarau ini penjualan almari es cukup membantu penjualan elektronik di tempatnya. Hanya saja, dibandingkan produk satu pintu, banyak konsumen yang memilih almari es dua pintu.
Padahal, harga almari es dua pintu mengalami kenaikan antara Rp500.000 hingga Rp1 juta per unit dengan rata-rata kenaikan penjualan sekitar 5%. “Untuk harga almari es satu pintu tidak ada kenaikan. Tetapi, penjualannya susah karena produksinya juga dikurangi. Untuk harga almari es dua pintu mulai Rp3,2 juta tergantung tipenya,” jelas Khalid.
Berbeda dengan almari es, penjualan AC di tempatnya justru tidak menggembirakan. Padahal, harga AC tidak mengalami kenaikan. Untuk AC kapasitas 0,5 PK harganya sekitar Rp2,7 juta sementara kapasitas 1,5 PK hanya dibanderol Rp2,9 juta.
“Untuk kapasistas 2 PK lebih, kami memang tidak menawarkan. Sebab, penjualannya tidak menggembirakan,” akunya.
Di sektor Audio harga jualnya juga tidak mengalami kenaikan di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Dia beralasan, peminat audio tidak sebanyak peminat televisi. Kondisi tersebut menyebabkan produksi televisi lebih banyak dibandingkan produksi audio.
“Untuk Home theater harganya dikisaran Rp2,3 juta tergantung jenisnya. Sementara, mesin cuci harganya sekitar Rp2,4 juta atau naik dari sebelumnya sebesar Rp2,1 juta. Penjualan mesin cuci ini turun lima persen karena kemarau,” tutur Khalid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Kepala BGN Sudaryono ungkap bahan baku hewani rusak jadi penyebab keracunan MBG. Ribuan dapur kini diinvestigasi dan terancam ditutup.
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.