IDULADHA 2015 : Ini Kata Sekretaris MUI DIY Soal Gunungan Grebeg

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 25 September 2015 10:20 WIB
IDULADHA 2015 : Ini Kata Sekretaris MUI DIY Soal Gunungan Grebeg

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Warga berebut gunungan dalam upacara Grebeg Idul Adha 1435H atau tahun Alip 1947/2014 M di kompleks Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (05/10/2014). Tradisi Grebeg Besar yang merupakan bagian dari peringatan Idul Adha yang dilaksanakan oleh Keraton Ngayogyakarta sebagai simbol pemberian raja kepada rakyatnya. Warga maupun wisatawan antusias menikmati sajian tradisi upacara adat keraton tersebut.

Iduladha 2015, MUI DIY mengimbau untuk memaknai tradisi gunungan grebeg secara wajar.

Harianjogja.com, JOGJA-Penghulu Kraton Masjid Gedhe Kauman, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kamaludiningrat mengatakan lima gunungan yang rutin dikeluarkan tiap Hari Raya Iduladha itu sebagai bentuk sodakoh Sultan kepada rakyat Jogja.

"Yang dibagikan hasil bumi tidak lepas karena Jogja sebagai daerah agraris," katanya seusai mendoakan tiga gunungan yang diperebutkan warga, Kamis (24/9/2015)

Ia tidak melarang masyarakat yang memiliki kepercayaan untuk mencari berkah dalam gunungan yang dibagikan tersebut, namun hal itu diakuinya tidak semua benar.

"Bisa membawa berkah tapi pesen saya tidak usah ditanam [disimpan oleh-oleh gunungan]," ujar pria yang menjabat sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online