Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Petugas Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (DPPK) Sleman mengecek kadar air pada daging sapi di Pasar Pakem, Rabu (1/7/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Harga daging sapi ditentukan dengan melibatkan banyak pihak
Harianjogja.com, JOGJA- Penentuan harga daging sapi di pasaran tidak muncul tiba-tiba. Ada proses yang dilakukan untuk mematok harga komoditas tersebut. Penentuan harganya pun melibatkan banyak pihak, mulai peternak hingga pedagang datang mewakili pertemuan tersebut.
“Prosesnya dilakukan dengan musyawarah dengan melihat kondisi yang terjadi di sekitar. Jadi tidak ujug-ujug harganya dinaikkan. Banyak indikator yang kami lihat,” kata Ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) DIY Ilham Akhmadi kepada Harian Jogja, Jumat (25/9/2015).
Akhmadi menjelaskan, evaluasi terkait harga daging sapi dilakukan selama dua bulan sekali. Hal itu dilakukan jika memang penyesuaian harga perlu dilakukan. Dia menyebut, harga daging sapi ditentukan oleh kondisi secara nasional, terutama terkait ketersediaan daging sapi di pasaran. Hal yang juga menentukan adalah populasi sapi hidup.
Sayang, saat disinggung berapa jumlah populasi sapi hidup di DIY Akhmadi belum bisa menjelaskan. “Yang punya data dinas [pemerintah]. Tugas kami hanya menyediakan pasokan daging sapi ke seluruh DIY. Yang pasti ada penurunan jumlah populasi. Ini karena sapi yang dipotong setiap hari jumlahnya cukup banyak dibandingkan yang dipelihara,” ujar Akhmadi.
Setiap hari ada sekitar 100 ekor sapi yang dikirim ke luar DIY untuk memenuhi pasokan di Jawa Barat. Sementara, kebutuhan di DIY juga tidak jauh beda antara 75 hingga 100 ekor.
“Kami memasok daging sapi ke pasaran setiap hari 1,5 ton. Dengan jumlah tersebut, tentu populasi sapi hidup di DIY terus menurun. Situasi dan kondisi ini yang menjadi salah satu pertimbangan kami menaikkan harga,” terang Akhmadi.
Tidak Efesien
Dia menambahkan, kenaikan harga daging sapi juga terkait dengan biaya pemeliharaan sapi hidup. Selama ini, Akhmadi menyebut, jika biaya pemeliharaan sapi hidup di DIY terlalu tinggi. Hal itu terjadi karena peternak tidak efisien melakukan pemeliharaan.
“Cuma, berapa biaya kontribusi biaya pakan dan lainnya, itu bukan urusan kami. Itu peternak. Tapi yang jelas, mereka tidak efisien sehingga harga jual sapi hidup tinggi,” ujar dia.
Sekadar diketahui, PPDSS pada Agustus lalu menaikkan harga daging sapi Rp6.000 per kg. Harga daging sapi di DIY sendiri bervariasi, antara Rp100.000, Rp105.000 dan Rp110.000 per kg. Perbedaan harga tersebut, menurut Akhmadi, disesuaikan dengan kondisi daging sapi.
“Kalau bersih dan bagus harganya Rp110.000 kalau tidak bersih bisa Rp100.000 atau Rp105.000. Itu harga end user. Pedagang sendiri sudah bisa menentukan,” katanya.
Di lain pihak, sejumlah pedagang mengaku pasrah tingginya harga daging sapi di pasaran. Jika bisa memilih, para pedagang daging sapi berharap harga daging sapi terjangkau.
“Kalau harganya terjangkau, kan bisa banyak yang beli. Kalau pembeli lancar, kami juga lancar. Jadi sama-sama bisa merasakan keuntungannya,” kata Walkijem salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Beringharjo.
Hal senada disampaikan Suyati, pedagang daging sapi lainnya. Menurutnya, penentuan harga tidak datang dari penjual melainkan dari koperasi [Segoroyoso]. Tingginya harga daging sapi, katanya, memang berdampak pada sepinya penjualan komoditas tersebut. “Tapi bagaimana lagi, pedagang tidak bisa berbuat banyak karena sudah disepakati harganya sekian,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Pekerja usia 16-24 tahun di Inggris rata-rata hanya mengambil 2,4 hari cuti sakit. Data ONS dan pakar menjelaskan faktor di balik fenomena tersebut.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja membongkar 20 reklame berupa billboard yang tidak berizin sepanjang 2026. Penertiban dilakukan sebagai sanksi
Cek perbandingan harga baru dan bekas BYD Atto 3, Dolphin, Chery Omoda 5, dan Wuling Alvez pada September 2026.
Pengumuman MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II dijadwalkan 18 September. Cek cara melihat hasil seleksi dan tahapan setelah lolos.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.