HUT KOTA JOGJA : Akar Sejarah Jadi Dasar Rancang Masa Depan

Rabu, 07 Oktober 2015 08:20 WIB
HUT KOTA JOGJA : Akar Sejarah Jadi Dasar Rancang Masa Depan

HarianJogja/Gigih M. Hanafi Deretan penjor lampion bertuliskan HUT 259 terpasang di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, Rabu (30/9). Penjor lampion tersebut menghiasi kawasan jalan Malioboro selama sebulan dimulai tanggal 1 Oktober 2015 untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota JOgja pada 7 Oktober 2015 mendatang.

HUT Kota Jogja dapat menjadi kesempatan berevaluasi.

Harianjogja.com, JOGJA-Dewan Kebudayaan Jogja Achmad Charris Zubair mengatakan ulang tahun Jogja bukan sekadar perayaan melainkan ajang evaluasi pembangunan kota.

“Dinamika tidak bisa dicegah, tetapi perlu diingat jangan sampai lepas dari sejarah, supaya bisa merancang masa depan kota ini,” ujarnya, Selasa (6/1/2015).

Ia tidak menuding pembangunan Jogja melenceng, namun ada beberapa hal yang perlu dikritisi. Konkretnya, pembangunan hotel yang tidak terkontrol mengakibatkan kerugian di jangka menengah.

Jangka pendek, kata Charris, memang menguntungkan dari segi pendapatan, namun perlu diperhatikan dampaknya yang lebih besar seperti penurunanpermukaan air tanah.

“Apalagi sudah ada warga yang mengeluhkan sumurnya kering saat kemarau,” ucapnya.

Menurutnya, wilayah Jogja tidak bisa dimaknai secara administratif semata, tetapi juga mencakup citra Jogja yang berada di kawasan dalam ring road. Persoalan ini, kata dia, harus dipecahkan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan, tantangan utama di Jogja adalah jumlah penduduk sehingga Pemkot berupaya mewujudkan tiga slogan utama, yakni bersih, tertib, dan aman.

“Kebijakan-kebijakan yang diambil harus mengakomodasi kepentingan bersama,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online