Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
HUT Kota Jogja tahun ini menggabungkan aspek budaya dan sejarah.
Harianjogja.com, JOGJA- Gubenur DIY Sultan HB X mengapresiasi upaya Pemkot Jogja menggelar pesta rakyat bertajuk Pawai Budaya Jogja di Tugu Pal Putih. Bahkan, perhelatan ini membuat Sultan teringat dengan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 1999. Pasalnya, kedua acara tersebut menghadirkan seni yang dikolaborasikan dengan multimedia.
Menurut Sultan, Tugu Pal Putih yang dijadikan pusat pesta rakyat membawa makna kultural dan historis. Diuraikannya, makna kultural berarti menjadi refleksi sejauh mana pemerintah sudah melayani masyarakat, sementara makna historis mengacu pada refleksi sejarah perkembangan kota dan kesesuaiannya dengan semangat golong gilig atau manunggaling kawula gusti.
"Dua pertanyaan itu harus publik yang menilainya," ujarnya saat membuka kegiatan Pawai Budaya Jogja, Rabu (7/10/2015).
Sultan menekankan, dalam tarik menarik kepentingan apapun, kepentingan publik harus dikedepankan, dialog-dialog budaya diselenggarakan, dan monumen-monumen diberdayakan.
"Dengan menjalankan semua itu, dapat mewujudkan kota yang aman dan berbudaya," kata Sultan.
Pawai Budaya Jogja yang menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-259 disaksikan puluhan ribu pasang mata. Dari pantauan di lapangan, sejak pukul 17.30 WIB panggung utama yang berada di Tugu Pal Putih sudah dikelilingi warga yang berdesakan ingin menonton pawai akbar tahunan ini.
Pawai yang diikuti 4.000 peserta dari 45 kelurahan di Jogja pelaku usaha hotel, serta sister city Banjarnegara, Surabaya, dan Sawahlunto, ini mengambil rute sepanjang dua kilometer dari Jalan Faridan M Noto-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Margoutomo (Mangkubumi). Tepat pukul 19.00 WIB, pawai dimulai.
Bus Domapan yang baru saja diluncurkan Senin (5/10/2015) lalu juga ambil bagian dalam kirab dan menarik perhatian warga untuk mengabadikannya dalam ponsel masing-masing. Sementara, kelurahan dan kecamatan yang tampil tidak semuanya menampilkan atraksi. Hanya beberapa saja, misal Kecamatan Ngampilan mempertontonkan atraksi barongsai di panggung utama Tugu Pal Putih. Kelurahan Tegalpanggung memilih untuk menampilkan kirab bertema Manuk Derkuku yang diikuti puluhan anak kecil.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan dalam merayakan berdirinya Jogja menunjukkan rasa syukur dengan pesta rakyat Jogja. Ia menguraikan, kemeriahan tertuang dalam rangkaian acara pemasangan penjor lampion satu bulan, kirab pedagang pasar tradisional, grebeg mall, kenduri Jogja.
"Puncaknya hari ini dengan pawai budaya yang juga diikuti oleh daerah lain," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kuota LPG 3 kg 2026 diprediksi jebol. Hiswana Migas DIY mendorong subsidi tepat sasaran agar pasokan gas melon tetap aman.
Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan masih di atas normal. Masyarakat diminta tak beraktivitas dalam radius 3 km.