Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Ilustrasi angin kencang (JIBI/Solopos/Dok.)
Cuaca ekstrem coba diantisipasi dengan menyediakan dana darurat.
Harianjogja.com, JOGJA- Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Heru Suroso mengatakan meski terjadi darurat kekeringan di tiga kabupaten di DIY, sejauh ini belum ada laporan terjadinya gagal panen sebagai akibat musim kering.
Bahkan terakhir kali pihaknya memantau melalui udara pada akhir bulan lalu, kondisi tanaman masih terlihat hijau. Tidak terlihat seperti kekeringan.
"Ini artinya warga DIY sudah tangguh menghadapi bencana kekeringan." klaim Suroso di DPRD DIY, kemarin (19/10/2015).
Ia mengatakan dana darurat kekeringan yang diusulkan dua bulan lalu sebesar Rp6 miliar, baru disetujui pada pekan lalu sebesar Rp3 miliar. Tiga miliar dana darurat kekeringan untuk menangani Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo itu akan dicairkan pada pekan ini.
Namun, proses pencairan dana darurat kekeringan itu diakui Suroso akan diberikan secara proporsional, sesuai kebutuhan di masing-masing tiga kabupaten. Dana itu diutamakan untuk perbaikan pipanisasi, perbaikan saluran air, sampai dropping air bersih ke warga?.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela terkait pengembangan 65 miliar barel cadangan minyak dan investasi lebih dari US$100 miliar.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
KPK memastikan kepulan asap di Gedung Merah Putih bukan kebakaran. Asap berasal dari sistem fire fighting yang aktif setelah mendeteksi fogging.
PT Gama Multi Usaha Mandiri resmi meluncurkan Boulevard Coffee & Eatery di Wisma Kagama, Jumat (28/8/2026). Langkah ini menjadi terobosan baru dalam mengintegra
Pemkab Bantul menyiapkan Rp2,4 miliar untuk membangun sekitar 16 sumur bor di wilayah rawan kekeringan melalui APBD Perubahan 2026.