PENATAAN KOTA JOGJA : Proyek Titik Nol Kilometer Tahap 1 Sesuai Jadwal

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 22 Oktober 2015 09:20 WIB
PENATAAN KOTA JOGJA : Proyek Titik Nol Kilometer Tahap 1 Sesuai Jadwal

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah wisatawan berjalan menuju jalan Malioboro seperti terlihat saat melintas di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Jumat (09/10/2015). Untuk menghindari paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada saat siang hari dan udara panas yang menyengat, para wisatawan lebih banyak memilih waktu kunjungan luar ruang di Yogyakarta pada sore atau malam hari.

Penataan Kota Jogja untuk pemasangan batu candi di Titik Nol Kilometer sempat terhenti dua hari.

Harianjogja.com, JOGJA-Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM), Bambang Sugaib mengklaim proyek pengerjaan Titik Nol Kilometer Jogja tahap pertama sesuai jadwal sampai 18 Oktober kemarin.

Meski pengerjaan itu mundur dua hari, namun dua hari tersebut pengerjaan terhenti karena ada peristiwa diluar dugaan, seperti wafatnya isteri kelima HB IX 3 September, dan kegiatan gerebek Idul Adha pada 24 September.

Sejauh ini, tutur Bambang, tidak ada kendala berarti dalam pengerjaan tahap pertama. Hanya beberapa utilitas yang tidak terduga seperti kabel telkom, dan saluran pipa air milik PDAM Jogja.

"Tapi sudah bisa diselesaikan." katanya, Rabu (21/10/2015)

Saat ini arus lalu lintas dari arah Jalan Senopati (timur) ke arah Jalan Ahmad Dahlan (barat) sudah bisa dilalui. Hanya Jalan Pangurakan (dari Titik Nol ke Alun-alun Utara) belum dibuka karena masih banyak sejumlah peralatan kerja proyek tersebut. "Jalan Pangurakan resmi bisa dilalui pada 26 Oktober bersamaan dengan penutupan sisi utara Titik Nol," ujar Bambang.

Diketahui proyek revitalisasi Titik Nol Kilometer ini sudah berlangsung sejak 21 Agustus lalu. Proyek yang dibiayai dana keistimewaan (danais) Rp4,6 miliar ini akan menandai titik simpul pusat Jogja dengan batu andesit. Kawasan yang akan dipasang batu andesit sekitar 1.570 meter persegi atau sampai batas penyerangan dari empat sisi.

Sebelum dipasang batu, kawasan itu juga lapisi beton sebagai pondasi. Batu andesit yang dipasang didatankan langsung dari Majalengka, Jawa Barat.

Sebelumnya, Kepala DPUP-ESDM DIY, Rani Sjamsinarsi mengatakan setelah selesai pengerjaan fisik kawasan Titik Nol, selanjutkan akan dibangun sejumlah fasilitas di kawasan tersebut, di antaranya toilet bawah tanah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online