73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Petugas Radar Cuaca Jogja menjelaskan cara kerja beberapa teknologi BMKG, Rabu (21/10/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Ramalan cuaca ekstrem juga dapat diprediksi di Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN-Keberadaan Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca Jogja membantu masyarakat memperoleh data cuaca ekstrem. Radar cuaca yang terletak di Dusun Duwet, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati ini mampu mendeteksi cuaca ekstrem empat jam sebelum kejadian. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/09/22/ramalan-cuaca-cuaca-se-diy-dideteksi-dari-sleman-644991">RAMALAN CUACA : Cuaca se-DIY Dideteksi dari Sleman)
Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BMKG Pusat, Widada Sulistya, dalam peresmian Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja, Rabu (21/10/2015).
Menurutnya, radar cuaca berfungsi mendeteksi unsur awan dan tanda-tanda terjadinya hujan. Empat jam sebelum hujan, radar cuaca mampu menangkap potensi kejadiannya termasuk jika akan terjadi hujan berskala besar.
“Radar juga untuk mengetahui pergerakan hujan ke arah mana saja,” kata Widada.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Pusat, Mulyono Prabowo menambahkan, radar cuaca tersebut memberikan laporan pengamatan setiap sepuluh menit sekali. Sehingga pada kondisi cuaca yang berubah signifikan, petugas dapat segera melaporkan pada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) untuk dilakukan peringatan dini pada masyarakat.
“Radar ini untuk mengamati cuaca dengan jangkauan dari 100 hingga150 kilometer,” jelasnya.
Rencananya BMKG akan membangun 60 radar cuaca di seluruh Indonesia. Sementara radar cuaca di Mlati iini merupakan radar cuaca ke-40.
Kepala Balai Wilayah II BMKG Jogja, Joko Siswanto mengatakan pembangunan stasiun di lahan seluar 8.866 meter persegi ini sudah dirintis sejak 2012. Selama ini difungsikan sebagai pos pemantauan cuaca BMKG Jogja.
Menurutnya data yang ditangkap radar bermanfaat untuk menentukan langkah antisipasi masyarakat sehingga meminimalisir dampak cuaca ekstrim.
"Masyarakat bisa mengakses dan memanfaatkan," paparnya. Salah satu aksesnya melalui website BMKG.
Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca ini dibangun di hamparan sawah di Jl. Kabupaten Km. 5,5. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp26 miliar.
Wakil Gubernur DIY, Pakualam IX, yang hadir meresmikan bangunan tersebut menyambut baik radar cuaca tersebut. Diharapkan dengan teknologi yang semakin maju ini dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk adanya bencana alam seperti hujan lebat yang diserta angin kencang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Bareskrim Polri menangkap 71 orang dari aktivitas judi casino di Sukoharjo. Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Sultan menyoroti warga miskin yang desilnya naik hingga kehilangan bantuan. Pemda DIY dan BPS membahas persoalan tersebut.
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Eling Priswanto resmi memimpin Dinas Pariwisata DIY. Ia menyoroti aktivasi Bandara YIA hingga peluang direct flight.