Villa Private Pool Dekat Malioboro, Tawarkan Liburan Keluarga di Jogja
Tamasya Villa Malioboro di Ngampilan Jogja menawarkan villa keluarga dengan private pool, dua kamar, dapur, dan lokasi dekat Malioboro.
Kolam tambak udang tampak berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Rabu (7/1/2015). Keberadaan tambak nantinya tergusur proyek jalan karena lebar JJLS diperluas sampai 30 meter. (JIBI/Harian Jogja/Bhekti Suryani)
JJLS DIY akan membebaskan lagi 36 Km lahan.
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Seksi (Kasie) Perencanaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Bambang Sughaib menjelaskan, penyelesaian pembangunan JJLS dilakukan secara bertahap. Hingga kini, lahan yang belum dibebaskan sepanjang 36km.
Rinciannya, sepanjang 5km luasan lahan JJLS berada di Bantul (Parangtritis – Girijati). Sementara di wilayah Gunungkidul ruas jalan yang belum dibebaskan antara Planjang-Baron- Tepus sepanjang 13km kemudian Tepus-Jeruk Wudel sepanjang 18km. Pemerintah DIY menargetkan pembebasan lahan JJLS yang tersisa itu dilakukan mulai 2017 hingga 2018 mendatang.
“Total dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan yang tersisa sekitar Rp218 miliar. Sementara, untuk pembangunan fisiknya dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR),” kata Bambang di kantornya, Senin (16/11/2015).
Hingga akhir 2015, pembangunan fisik JJLS berlokasi antara Jembatan Srandakan III hingga wilayah Ngremang Kulonprogo sepanjang 3,8km. Selain itu, pembangunan fisik juga berada di wilayah Bantul di ruas Samas-Parangtritis sepanjang 5,2km. Pembebasan lahan di sepanjang jalur tersebut, sambung Bambang, selesai dilakukan tinggal merampungkan pembanguan fisiknya.
Sedangkan untuk pembebasan lahan JJLS pada 2016 direncanakan di ruas Jalan Legundi-Planjang sepanjang 4,7km dan Jalan Jeruk Wudel-Baran-Duwet sepanjang 11,1km. Artinya, sepanjang 2016 total lahan yang dibebaskan sepanjang 15,8km.
Dijelaskan Bambang, anggaran pembebasan lahan JJLS yang tersisa 32km rencananya akan dimasukkan dalam APBD 2017 dan 2018 mendatang. Entah menggunakan dana APBD atau Dana Keistimewaan (Danais). Yang jelas, sambung dia, pembangunan fisiknya bersumber dari APBN.
“Kami selaku pelaksana hanya bisa mengestimasi biaya yang harus dikeluarkan. Sementara, untuk kebijakan termasuk alokasi anggaran merupakan kewenangan Pemerintah DIY dan Pusat," ungkap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tamasya Villa Malioboro di Ngampilan Jogja menawarkan villa keluarga dengan private pool, dua kamar, dapur, dan lokasi dekat Malioboro.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Telat ganti oli mobil bisa memicu kerusakan mesin, performa turun, overheating, BBM boros, hingga biaya perbaikan membengkak
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China