Hujan Pamflet! Helikopter Sebar Ribuan Pamflet di Jogja

Sunartono
Sunartono Jum'at, 04 Desember 2015 17:55 WIB
Hujan Pamflet! Helikopter Sebar Ribuan Pamflet di Jogja

Kapten Pilot Kapten Pnb Antonius "Parang" (kanan) dan Kopilot Lettu Pnb Dodik (kiri) menerbangkan Helikopter Colibri dalam misi penyebaran pamflet informasi Gebyar Dirgantara di ketinggian minus 1000 feet di atas langit Jogja, Jumat (4/12/2015) pagi. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Hujan pamflet terjadi di Jogja, Jumat (4/12/2015) siang

Harianjogja.com, SLEMAN - Dua penerbang militer Kapten Pnb Antonius dan Lettu Pnb Dodik dari Skuadron Udara 7 Lanud Suryadarma Subang, Jawa Barat menjalankan misi unik di atas langit Jogja, Jumat (4/12/2015) pagi.

Keduanya bertugas menyebar informasi dari udara melalui selebaran, tapi bukan selebaran propaganda seperti yang dilakukan penerbang militer di kawasan Timur Tengah yang sedang bergejolak. Tugas penerbang muda ini adalah menyebar pamflet informasi giat Gebyar Dirgantara Yogyakarta.

Berangkat dari depan Hanggar Skadron Teknik 043 Adisutjipto, setelah melalui berbagai tahapan pre flight, Antonius mulai menerbangkan Helikopter Colibri HL-1207 pukul 09.00 WIB.

Kopilot Lettu Pnb Dodik bertugas memandu terbang vertikal awal dengan posisi ketinggian Heli sampai pada 1.000 kaki.

Sekilat kemudian Heli buatan Perancis itu menukik ke arah utara menuju kawasan Kampus UPN Veteran Condongcatur, Depok, Sleman. Saat bersamaan, dari kabin belakang Perwira Wanita Angkatan Udara Mayor Sus Ambar, mempersiapkan gulungan pamflet yang akan disebar.

Ambar memberikan selebaran dan diterima Dodik yang duduk di sebelah kiri kokpit yang bertugas melepas ribuan lembar pamflet. Dengan ketinggian antara 500 hingga 1.000 kaki, Antonius harus menstabilkan posisi heli untuk mencapai titik terendah spot yang dituju di tetap berada di ketinggian bebas rintangan (obstacle clearance altitude).

Karena misi utamanya adalah pesan informasi itu tersampaikan, Antonius berkali-kali harus melongok ke kiri dan kanan, ia baru memerintahkan Dodik melepas selebaran setelah Heli melewati spot yang dituju.

"Tri, two, one, go," ucap Antonius sebagai tanda agar Dodik melepas selebaran yang berada di tangan kirinya. Saat itulah, dari moncong sisi kiri Colibri bermunculan pamflet berukuran A4 dan A3 berisi tentang informasi Gebyar Dirgantara.

Antonius dan Dodik melakukannya berulang-ulang dengan mencari titik keramaian dari atas secara manual (penglihatan indera). Beberapa lokasi yang disasar seperti Kampus UII Jalan Kaliurang, UGM, kawasan kecamatan Ngaglik, pusat perbelanjaan di Jalan Magelang, Jalan Malioboro sisi utara, Stasiun Lempuyangan ringroad selatan serta sejumlah sekolah dan tempat umum yang terlihat ada keramaian.

Tak kurang dari 20 titik lokasi bisa terjangkau dalam waktu sekitar 40 menit penerbangan. Ada ratusan anak usia sekolah dasar yang melambaikan tangan kepada Colibri yang melintas dalam misi tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online