PEMKOT JOGJA : Maksimalkan IPAL Sewon, Jogja Bangun 2.500 Sambungan Rumah
Pemkot Jogja berusaha memenuhi target dari Pemerintah Pusat.
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja memiliki kewajiban membuat sekitar 2.500 sambungan rumah untuk memenuhi target dari pemerintah pusat yaitu 5.000 sambungan rumah guna memaksimalkan kapasitas IPAL Sewon Bantul.
"Tahun ini seharusnya kami sudah bisa membuat 3.300 sambungan rumah. Namun, ada empat paket pekerjaan pembuatan sambungan rumah yang gagal lelang sehingga harus diulang tahun depan," kata Kepala Bidang Permukiman dan Saluran Air Limbah Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta Hendra Tantular seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/12/2015).
Sejumlah pekerjaan pembuatan sambungan rumah yang gagal lelang tersebut terjadi untuk wilayah Semaki, Muja-Muju, Sorosutan, dan Terban. Total sambungan rumah yang seharusnya mampu dibangun di empat lokasi tersebut sekitar 800 sambungan.
Sedangkan pembangunan sambungan rumah yang bisa dikerjakan tahun ini di antaranya, Klitren, Wirobrajan tahap dua dan di Demangan.
Hendra mengatakan, akan segera memasukkan paket pekerjaan pembuatan sambungan rumah ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kota Jogja pada awal tahun.
"Kami akan tetap masukkan ke ULP. Jika APBD 2016 belum ditetapkan, maka di dalam formulir lelang akan dinyatakan bahwa penetapan pemenang dilakukan setelah APBD disahkan," katanya.
Selain di empat wilayah tersebut, Dinas Kimpraswil juga berencana membangun sambungan rumah di wilayah lain seperti Mantrijeron, Patangpuluhan tahap dua, Bener tahap dua, Tegalrejo, Demangan tahap dua, Klitren tahap dua.
"Pengajuan lelang harus segera dilakukan karena setiap paket pekerjaan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikannya," katanya.
Pada tahun ini, faktor penyebab gagal lelang adalah pihak ketiga tidak mampu memenuhi syarat kemampuan modal dalam rekening mencapai 20 persen.
"Banyak pekerjaan yang baru dilelang pertengahan tahun sehingga pihak ketiga tidak memiliki kecukupan modal karena dananya sudah digunakan untuk membiayai proyek lain," katanya.
Pembayaran paket pekerjaan fisik ke pihak ketiga biasanya baru dilakukan apabila seluruh pekerjaan sudah selesai dilakukan.
Penetapan target pembangunan sambungan rumah tersebut dilakukan karena kapasitas IPAL Sewon tidak maksimal setelah 15 tahun beroperasi. Hingga 2010, kapasitas IPAL hanya dimanfaatkan untuk 10.000 sambungan dari kapasitas 25.000 sambungan rumah.
Kekurangan kapasitas kemudian dibebankan ke tiga kota dan kabupaten yaitu Kota Jogja ditargetkan membangun 5.000 sambungan, Bantul 6.000 sambungan dan Sleman 4.000 sambungan.
Selain memanfaatkan anggaran daerah, Kota Yogyakarta juga memperoleh dukungan dari lembaga donor Australia dalam bentuk dana hibah yang akan diberikan apabila sambungan rumah sudah dibangun dan bisa dimanfaatkan.
Namun, dukungan dari lembaga donor tersebut hanya terbatas untuk 3.030 sambungan rumah hingga 2016. Setiap sambungan rumah yang dibangun dan bisa dimanfaatkan akan diberikan hibah sebesar Rp3 juta.
Hingga saat ini, sudah ada 1.030 sambungan rumah yang lolos verifikasi dan sedang diajukan ke pusat untuk memperoleh hibah.
"Masih ada 400 sambungan rumah yang dinyatakan harus diperbaiki," katanya yang menyebut bantuan tersebut mampu meningkatkan semangat pemerintah daerah untuk mencapai target.
Selain Jogja, terdapat dua wilayah yang juga memperoleh bantuan sama yaitu Medan dan Kebumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share