Warga berkerumun mengawasi jalannya pengukuran dan pematokan lahan yang menjadi lokasi pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Dusun Kretek, Desa Glagah, Selasa (8/12/2015). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja)
Bandara Kulonprogo tengah mengupayakan penyelesaian untuk kasus penolakan dan pengukuran fasilitas umum.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo Muhammad Fadhil. Dia mengatakan, 90% lahan telah selesai diukur dan dipatok. Bahkan, 83% lahan dari 3.229 bidang yang ada sudah diinventarisasi.
Fadhil memaparkan, penyelesaian dengan warga yang belum setuju diukur akan diupayakan dengan pertemuan. Pertemuan nantinya akan mencari solusi yang dapat dilakukan agar seluruh lahan bisa segera diukur dan diinventarisasi. Nanti dari hasil pertemuan itu akan ditindaklanjuti pengukuran dan identifikasi lahan.
"Kami akan melakukan koordinasi dulu dengan warga yang masih menolak. Termasuk mungkin nanti akan dibahas juga pengukuran fasilitas umum seperti tempat ibadah dan makam," jelas Fadhil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: