PERTANIAN KULONPROGO : Cetak Sawah Baru Butuh Rp825 juta

Rima Sekarani
Rima Sekarani Rabu, 16 Desember 2015 08:20 WIB
PERTANIAN KULONPROGO : Cetak Sawah Baru Butuh Rp825 juta

Bupati Kulonprogo bersama Anggota DPD RI Hafidz Asrom, Kepala KPBI dan Kepala Disperhut Kulonprogo saat memanen padi Melati Menoreh di areal persawahan di Dusun Ngipikrejo II, Desa Banjararum, Kalibawang, Kamis (8/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Pertanian Kulonprogo terus dikembangkan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, cetak sawah baru tahun ini dilakukan di Desa Donomulyo Nanggulan, Desa Sentolo Kecamatan Sentolo, serta Desa Sendangsari dan Pengasih di Kecamatan Pengasih. Total luasnya mencapai 55 ha.

“Cuma tinggal dua ha dari 34 ha di Nanggulan. Harapannya sudah selesai semua Kamis (17/12/2015) besok,” kata Bambang.

Bambang memaparkan, proses cetak sawah baru berjalan cukup lacar. Pembersihan dan perataan lahan hingga pemetakan sawah baru relatif tidak mengalami kendala berarti. Hanya saja, ada sejumlah masyarakat yang tidak rela jika pohon besar mereka ikut ditebang. Kebanyakan adalah pohon kelapa, jati, dan sengon.

“Akhirnya masih ada beberapa dipertahankan tapi yang posisinya di pematang, bukan tengah sawah. Namun kami batasi jarak tanam antar pohon minimal 10 meter,” ujar Bambang menerangkan.

Biaya cetak sawah baru sebenarnya tidak murah, yaitu mencapai Rp15 juta per ha atau total Rp825 juta untuk 55 ha. Beberapa fasilitas pendukung juga harus disiapkan, seperti jaringan irigasi dan jalan usaha tani. Walau begitu, menurut Bambang, hal itu adalah konsekuensi dari upaya menjaga stabilitas pangan.

Alih fungsi lahan pertanian di Kulonprogo selama lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 300 ha. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pembangunan bandara, tetapi juga lahan untuk pengembangan kawasan industri dan pemukiman.

“Mau tidak mau bakal ada alih fungsi lahan. Jadi kami menyiasati dengan ini [cetak sawah baru],” ucap Bambang kemudian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis