KECELAKAAN LAUT : Ombak Gulung Delapan Wisatawan Parangtritis
WisatawanPapan pengumuman penunjuk lokasi palung Pantai Parangtritis sebagai himbauan agar wisatawan tidak berenang di Pantai Parangtritis seperti terlihat pada foto yang diambil, Sabtu (18/7/2015).(JIBI/Harian Jogja/Joko Nugroho) saat menikmati libur Lebaran hari pertama di Pantai Parangtritis, Sabtu (18/7/2015). (JIBI/Harian Jogja/Joko Nugroho)
Kecelakaan laut terjadi di Pantai Parangtritis
Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak delapan orang wisatawan terseret arus pantai Parangtritis, Rabu (16/12/2015) sore.
Ombak pantai Parangtritis kembali memakan korban. Sekitar Pukul 14.40 WIB, delapan wisatawan dari rombongan pelajar dan guru Madrasah Ibtidayah (MI) Maarif, Tirto Grabak, Magelang Jawa Tengah mandi di pantai Parangtritis.
"Mereka datang menggunakan bus," ungkap Komandan Search and Rescue (SAR) Parangtirits Ali Sutanto, Rabu (16/12/2015) sore.
Tidak sadar, lima orang murid dan tiga orang guru tersebut bermain di area berbahaya yang terdapat palung laut. Satu persatu korban terseret arus. Kejadian itu diketahui petugas SAR yang berjaga di dekat palung.
Petugas menyelamatkan satu persatu korban tenggelam. Namun karena jumlah korban cukup banyak, satu di antara mereka yaitu seorang guru bernama Suhirma, 30, tenggelam selama 30 menit baru kemudian diselamatkan.
"Posisi korban yang tenggelam cukup lama ini berada di selatan sendiri, berada di tengah laut," katanya.
Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis karena terlalu banyak minum air. Beruntung, hingga Rabu sore nyawa korban masih dapat diselamatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share