Muktamar Ke-35 NU Tentukan Mekanisme Pilih Ketum PBNU Lewat Voting
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
Ilustrasi pemadam Kebakaran JIBI/Harian Jogja/Eva Syahrani
Kebakaran Sleman kali ini terjadi berulang.
Harianjogja.com, SLEMAN-Kebakaran terjadi di rumah konveksi di Jalan Gempol Raya 20 RT02/RW11 Karangasem, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (16/12/2015) siang. Beberapa tahun lalu, hal serupa juga pernah terjadi.
Pantauan Harianjogja.com, rumah itu dihuni oleh Ana sebagai tempat usaha konveksi atau jasa jahit. Ia memiliki beberapa karyawan. Selain sebagai tempat usaha, sekaligus dijadikan tempat tinggal bersama adiknya.
"Kejadiannya sangat cepat sekitar jam 12.00 WIB, saya memandikan burung di teras belum ada. Saya masuk dan keluar lagi langsung mencium bau kain terbakar," terang Oka, 35, warga yang tinggal bersebelahan dengan korban, saat ditemui Rabu (16/12/2015).
Oka menambahkan, awalnya ia mengira api berasal dari dalam rumahnya. Akantetapi setelah keluar ke teras rumah, tiba-tiba ia melihat api sudah membumbung tinggi melalap rumah korban. Oka langsung berteriak meminta bantuan warga lainnya untuk memadamkan api. Ia merusak sebuah pipa air yang mengait di dinding terluar rumah korban dengan langsung ditarik hingga putus demi mendapatkan air lalu disemprotkan ke arah api melalui jendela sebelah utara bangunan. Sekitar 30 menit api membakar, bersamaan dengan itu pula seluruh isi rumah ludes diikuti dan api perlahan padam.
"Begitu padam, mobil pemadam baru tiba di lokasi," ujar Oka.
Penghuni rumah, Ana, 45, menjelaskan, saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal membeli makanan. Tidak lebih dari 20 menit setelah keluar dari rumah ia mendapatkan kabar bahwa rumahnya terbakar. Ana pun segera balik ke rumah dan mendapati tempat usahanya sudah ludes terbakar. Ana menduga, api berasal dari korsleting pada stop kontak yang dipakai lebih dari satu sambungan.
"Kalau dari modalnya, kerugian sekitar Rp40 juta, belum termasuk bangunan dan perabotan. Beberapa tahun lalu juga pernah kebakaran seperti ini, ditinggal juga tapi malam hari," ujar dia.
Akibat kebakaran itu rumah permanen berukuran sekitar 7 x 15 meter bagian atapnya ludes. Seluruh kamar hanya menyisakan arang dan sisa-sisa kain yang menjadi abu. Lima unit mesin jahit ikut hangus terbakar berikut perabotan lain di dalam rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.