Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Warga bersama para relawan bekerja bakti membersihkan rumah yang tertimpa tanah longsor di Dusun Kluwih, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo Kulonprogo, Rabu (16/12/2015). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Bencana Kulonprogo menimbulkan kerusakan rumah, namun bantuan masih harus menunggu tahun depan
Harianjogja.com, KULONPROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo akan beri bantuan asbes dan seng bagi masyarakat korban longsor yang menderita kerusakan ringan pada rumahnya.
“Kami masih punya asbes dan seng, bisa diberikan supaya untuk berteduh dan tidak kena hujan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Untung Waluyo pada Harian Jogja di kantornya, Jl. Pengasih, Wates pada Rabu (16/12/2015).
Ini terkait dengan kemungkinan bantuan yang diberikan pada warga terdampak bencana longsor di beberapa titik di daerah Kulonprogo. Namun, BPBD Kulonprogo juga mengharapkan agar warga secara mandiri dapat mengusahakan material pendukung lainnya untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak.
Sedangkan bagi warga yang rumahnya rusak total, bantuan perbaikan masih harus menunggu hingga tahun mendatang. Hal ini terhambat karena ketiadaan anggaran yang tersisa di tahun 2015 ini.
“APBD [Anggaran Pendapatan dan Biaya Darah] 2015 sudah habis, belum ada lagi,” ujar Untung.
Anggaran untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak total karena bencana yang rutin terjadi di Kulonprogo ini baru akan diajukan untuk tahun anggaran 2016 mendatang.
Ia juga memaparkan kemungkinan untuk memanfaatkan program Bedah Rumah sebagai solusi keterbatasan anggaran ini. Program milik pemerintah Kabupaten Kulon Progo ini dinggap bisa menjadi alternatif lainnya sembari menunggu anggaran tahun mendatang rampung dan bisa dimanfaatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.