3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Kemenkumhan siap mencari informasi keberadaan salah satu saksi kasus suap impor daging sapi Ridwan yang saat ini kabur ke Turki, Jumat (15/2/2013).(ilustrasi Google.news)
Natal 2015 untuk kebutuhan daging sapi masih tersedia.
Harianjogja.com, BANTUL - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bantul melakukan pemantauan kecukupan bahan pangan. Stok beras aman hingga musim panen tahun depan, sementara stok daging relatif terjaga meskipun dikisaran harga tinggi.
Pemantauan tidak saja dilakukan pada sektor bahan pangan pokok tapi juga daging. Pemantauan ketersediaan daging sapi dilakukan di salah satu peternakan dan tempat penyembelihan hewan ternak di Segoroyoso. Hasilnya, ketersediaan daging sapi relatif aman kendati peternak mengaku memiliki kesulitan pasokan sapi potong yang berkualitas baik.
Saat ini daging sapi bertengger diharga Rp105.000 per kilo gram. Kisaran harga itu dinilai stabil tinggi. Tri menjelaskan, untuk menjaga kestabilan pasokan daging diperlukan penanganan secara mikro sistemik, baik pada wilayah produksi hingga distribusi.
"Kita butuh penanganan yang tertata untuk menjaga stabilitas ketersediaan daging, karena kebutuhan daging sapi terus meningkat sementara pasokan tidak seimbang sehingga pedagang kerab terpaksa mendatangkan sapi-sapi dari luar daerah," kata Tri Saktiyana, kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Jumat (18/12/2015).
Penanganan yang bersifat mikro sistemik itu, lanjut Tri meliputi validasi data populasi ternak, edukasi peternak dan pengembangan investasi industri peternakan. Beberapa poin tersebut dipandang penting untuk menjaga stabilitas ketersediaan daging di wilayah Bantul.
"Dari data populasi ternak sapi saat ini sebanyak 52.000 dengan jumlah pemotongan sekitar 30 ekor per hari, apakah itu benar perlu divalidasi datanya, selain itu banyaknya peternak sapi yang menjadikan sapi sebagai klangenan tidak menjual jika tidak butuh uang, hal itu juga membuat ketersediaan daging sapi menjadi tidak stabil," katanya.
Ketua Paguyuban Dagang Sapi Segoroyoso (PDSS) Ilham Jayadi menjelaskan kenaikan harga daging sapi di Bantul terjadi sebanyak dua kali sampai saat ini. Yakni saat lebaran mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 dan awal Desember kemarin mengalami kenaikan Rp6.000. Kenaikan harga terjadi rata-rata karena tidak ada stok sapi di lapangan. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan tindakan agar stok sapi di wilayah Bantul terjaga.
"Pemerintah perlu mengedukasi para peternak, agar stok daging terjaga," katanya.
Secara garis besar laju insflasi daerah di Kabupaten Bantul pada tahun 2015 relatif terjaga dengan baik. Posisinya berada dibawah angka inflasi nasional dan dibawah angka inflasi DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Regol Ayom Malioboro disorot setelah lansia berkursi roda kesulitan melintas. Dishub DIY menyebut penerapannya masih dalam tahap uji coba.
Israel mengeluarkan perintah penyitaan 37,5 dunam tanah Palestina di Tepi Barat untuk memperluas situs militer yang sudah ada.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
BNI menghadirkan beragam penawaran bagi nasabah yang ingin menyaksikan konser Andrea Bocelli Romanza – 30th Anniversary World Tour di Indonesia
Opsen BBNKB Bantul mencapai Rp21,99 miliar atau 57,54% dari target Rp38,23 miliar hingga Agustus 2026.