Longsor Sungai Bedog Bantul Akan Diperkuat Beronjong pada 2027
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL— Penerimaan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kabupaten Bantul hingga Agustus 2026 mencapai Rp21,99 miliar. Realisasi tersebut sudah mencapai 57,54% dari target penerimaan sebesar Rp38,23 miliar yang ditetapkan tahun ini.
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Agustus tahun sebelumnya, penerimaan opsen BBNKB Bantul tercatat sekitar Rp19,75 miliar.
Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Bantul, Anggit Nur Hidayat, mengatakan perkembangan penerimaan tahun ini menunjukkan tren positif.
"Berdasarkan data kami, realisasi opsen BBNKB saat ini secara rinci telah mencapai Rp21.998.089.000 atau 57,54% dari target yang ditetapkan sebesar Rp38.233.140.000," jelasnya, Senin (31/7/2026).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penerimaan opsen BBNKB Bantul meningkat sekitar Rp2,25 miliar. Secara persentase, kenaikannya mencapai sekitar 11,4%.
Anggit mengatakan peningkatan tersebut menjadi perkembangan positif bagi penerimaan daerah. Kendati demikian, realisasi yang sudah mencapai lebih dari separuh target belum membuat pekerjaan mengejar target tahunan selesai.
Berdasarkan capaian hingga Agustus tersebut, masih terdapat sekitar Rp16,24 miliar yang perlu dikejar untuk memenuhi target penerimaan BBNKB sebesar Rp38,23 miliar.
Pihak BPKPAD Bantul tetap optimistis target tersebut dapat tercapai dengan berbagai layanan yang telah dilakukan. Perkembangan penerimaan juga terus dipantau agar optimalisasi pendapatan daerah dapat dilakukan hingga akhir tahun anggaran.
"Karena penerimaan BBNKB ini menjadi salah satu komponen pendapatan yang perlu terus didorong hingga akhir tahun anggaran," katanya.
BPKPAD Bantul mencatat realisasi opsen BBNKB saat ini berada pada angka 57,54%. Dengan demikian, masih ada 42,46% dari target yang harus dipenuhi pada sisa periode tahun berjalan.
Anggit menyebut capaian yang lebih tinggi daripada tahun sebelumnya dapat menjadi modal positif untuk mengejar target. Namun, tren tersebut tetap perlu dipertahankan melalui optimalisasi penerimaan.
"Dengan realisasi yang sudah mencapai 57,54%, artinya kami masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar sisa target sebesar 42,46%. Jika tren penerimaan dapat dipertahankan, peluang untuk meningkatkan capaian hingga akhir tahun masih terbuka," ungkapnya.
Menurut dia, BPKPAD Bantul akan terus memantau perkembangan penerimaan secara berkala. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan potensi pendapatan yang tersedia dapat dimaksimalkan.
Anggit menambahkan, kinerja penerimaan BBNKB juga menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas administrasi kendaraan bermotor di Bantul.
Semakin banyak proses penyerahan hak kepemilikan kendaraan yang tercatat, semakin besar pula potensi penerimaan yang berasal dari sektor tersebut. Karena itu, perkembangan administrasi kendaraan menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam melihat kinerja penerimaan BBNKB.
BPKPAD Bantul melanjutkan pemantauan penerimaan secara berkala untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. Langkah tersebut sekaligus dilakukan agar target yang telah ditetapkan dalam APBD dapat direalisasikan secara optimal.
Dengan realisasi Rp21.998.089.000 hingga Agustus 2026, penerimaan opsen BBNKB Bantul telah melewati separuh target tahunan. Namun, pemerintah daerah masih harus mengejar sekitar Rp16,24 miliar atau 42,46% dari target untuk mencapai angka Rp38.233.140.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO. Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.