DPRD Sleman Dorong Budidaya Ikan Beralih ke Teknologi Modern

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 30 Agustus 2026 21:37 WIB
DPRD Sleman Dorong Budidaya Ikan Beralih ke Teknologi Modern

Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN— DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan mulai meninggalkan metode tradisional dan meningkatkan pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas perikanan budidaya Sleman di tengah keterbatasan lahan yang tersedia.

Anggota Komisi C DPRD Sleman, Herman Budi P, mengatakan penerapan teknologi dapat menjadi solusi bagi pembudidaya untuk menghasilkan produksi lebih tinggi meski lahan yang dimiliki relatif terbatas.

"Peningkatan penguasaan teknologi dengan lahan yang semakin terbatas," kata Herman saat dihubungi, Minggu (30/8/2026).

Menurut Herman, teknologi yang diterapkan pembudidaya tidak harus terbatas pada satu metode tertentu. Setiap teknologi dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi usaha budidaya, selama mampu meningkatkan produktivitas.

"Apapun itu caranya yang penting mentas dari cara-cara tradisional yang hasilnya kurang maksimal," ujarnya.

Pembudidaya Ikan Sleman Mulai Gunakan Bioflok

Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Wilyada, mengatakan sebagian pembudidaya ikan di Sleman telah mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Beberapa teknologi yang telah digunakan antara lain kincir air dan sistem bioflok. Penerapan metode tersebut memungkinkan budidaya ikan dilakukan pada lahan yang relatif terbatas dengan kepadatan ikan lebih tinggi.

Selain mengoptimalkan lahan, penggunaan teknologi juga dapat membantu menghemat kebutuhan air dalam proses budidaya.

Menurut Wilyada, Pemkab Sleman juga telah melakukan uji coba teknologi untuk memantau kualitas air dari jarak jauh. Sistem tersebut memungkinkan pembudidaya melakukan pengecekan melalui telepon seluler tanpa harus selalu datang langsung ke lokasi kolam.

Namun, penerapan teknologi pemantauan tersebut belum berjalan optimal. Sebagian pembudidaya masih merasa lebih nyaman menggunakan cara manual untuk mengetahui kondisi air kolam.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses modernisasi budidaya ikan di Sleman. Pemanfaatan teknologi tidak hanya membutuhkan perangkat, tetapi juga perubahan kebiasaan dan peningkatan kemampuan pembudidaya dalam mengoperasikannya.

Sleman Siapkan Teknologi RAS

Selain teknologi yang sudah diterapkan, Pemkab Sleman juga berencana mengembangkan Recirculating Aquaculture System (RAS) sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi budidaya ikan.

Sistem RAS memungkinkan air dalam kegiatan budidaya digunakan kembali melalui proses pengolahan dan penyaringan. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi pembudidaya yang menghadapi keterbatasan lahan maupun sumber air.

Pengembangan teknologi budidaya menjadi semakin penting karena sektor perikanan Sleman masih memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar bagi daerah.

Berdasarkan catatan DP3 Sleman, produksi perikanan budidaya selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 29.167.651 kilogram atau sekitar 29.167 ton.

Nilai ekonomi dari produksi tersebut mencapai sekitar Rp810,7 miliar.

Produksi Perikanan Budidaya Sleman Capai 29.167 Ton

Jika dirinci berdasarkan bulan, produksi perikanan budidaya Sleman pada Januari 2026 mencapai 5.847.813 kg dengan nilai sekitar Rp146,8 miliar.

Produksi meningkat pada Februari menjadi 7.308.220 kg dengan nilai Rp203,6 miliar. Setelah itu, produksi pada Maret turun menjadi 4.586.064 kg dengan nilai Rp130,6 miliar.

Penurunan kembali terjadi pada April. Produksi tercatat 3.175.826 kg dengan nilai sekitar Rp94,6 miliar.

Memasuki Mei, produksi perikanan budidaya kembali meningkat menjadi 4.150.922 kg dengan nilai Rp118,7 miliar.

Sementara itu, pada Juni 2026 produksi tercatat 4.098.806 kg dengan nilai ekonomi sekitar Rp116,1 miliar.

Data tersebut menunjukkan sektor budidaya ikan di Sleman memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui teknologi menjadi salah satu langkah yang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Dorongan DPRD Sleman agar pembudidaya meninggalkan cara tradisional juga diharapkan tidak berhenti pada penggunaan teknologi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan, serta kemudahan akses terhadap teknologi menjadi faktor penting agar modernisasi budidaya dapat diterapkan secara berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online