DPRD Sleman Dorong UMKM Lokal Dilibatkan di Sleman Temple Run

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 28 Agustus 2026 21:37 WIB
DPRD Sleman Dorong UMKM Lokal Dilibatkan di Sleman Temple Run

Sleman Temple Run /Dok Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN—Penyelenggaraan Sleman Temple Run 2026 dinilai berjalan baik, tetapi DPRD Sleman mendorong pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal diperluas pada penyelenggaraan tahun depan. Langkah tersebut dinilai penting agar kegiatan sport tourism itu tidak hanya menguntungkan peserta dan penyelenggara, tetapi juga memberi dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitar rute.

Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti, mengatakan Sleman Temple Run memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain menawarkan pengalaman berlari di kawasan wisata dan cagar budaya, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang bagi UMKM setempat untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

Menurut Ani, pelaku UMKM dapat dilibatkan dalam berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Bentuknya antara lain penyediaan makanan dan minuman hingga suvenir yang mengangkat produk khas lokal.

“Secara keseluruhan Sleman Temple Run bagus. Ke depan akan lebih bagus lagi apabila UMKM setempat dilibatkan lebih luas, mulai dari penyajian menu sampai suvenir lokal,” kata Ani dihubungi, Jumat (28/8/2026).

Ani menilai rute Sleman Temple Run juga menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut. Peserta disuguhi jalur yang memungkinkan mereka menikmati kawasan sekitar sekaligus mengenal potensi wisata dan cagar budaya di Kapanewon Prambanan.

Namun, menurut dia, masih ada hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur perlombaan.

Ani menilai sebagian masyarakat masih belum mengetahui atau belum memahami secara baik pelaksanaan Sleman Temple Run. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian penyelenggara agar informasi mengenai kegiatan dapat disampaikan lebih luas sebelum perlombaan berlangsung.

Sosialisasi yang lebih optimal diharapkan dapat meningkatkan dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Dengan keterlibatan warga sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, Ani berharap manfaat Sleman Temple Run dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Diikuti 528 Pelari

Sleman Temple Run 2026 telah selesai digelar di kawasan Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman.

Sebanyak 528 pelari mengikuti ajang lari yang menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kabupaten Sleman tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri.

Tiga negara tercatat mengirimkan pelari dalam Sleman Temple Run 2026, yakni Polandia, Portugal, dan Kolombia.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengatakan tahun ini Sleman Temple Run mempertandingkan tiga kategori.

Ketiga kategori tersebut yakni 7 kilometer (7K), 15 kilometer (15K), dan 30 kilometer (30K). Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan tersebut mencapai Rp66 juta.

Pada kategori 30K putra, Putra Aldio asal Bandung menjadi juara pertama dengan catatan waktu 2 jam 26 menit 30 detik. Posisi kedua ditempati Putra Julio, juga dari Bandung, dengan catatan waktu yang sama.

Sementara itu, Wartono asal Blora berada di posisi ketiga dengan catatan waktu 2 jam 52 menit 40 detik.

Untuk kategori 30K putri, Inarotul Corifah asal Magelang keluar sebagai juara pertama dengan waktu 3 jam 41 menit 9 detik.

Nilam Suri dari Padang menempati posisi kedua dengan waktu 3 jam 52 menit 8 detik. Elmi Rahmiyati asal Magelang berada di peringkat ketiga dengan catatan waktu 3 jam 53 menit 28 detik.

Pada kategori 15K putra, Abdul Najid asal Bandung menjadi pemenang dengan waktu 1 jam 13 menit 6 detik.

Yusri Nanda dari Pengalengan menempati posisi kedua dengan waktu 1 jam 13 menit 9 detik. Posisi ketiga ditempati Sakban asal Yogyakarta dengan catatan 1 jam 17 menit 26 detik.

Kategori 15K putri dimenangi Waliyanti asal Magelang dengan waktu 1 jam 48 menit 48 detik. Helena Hertitya dari Gunungkidul menjadi runner-up dengan waktu 1 jam 55 menit 19 detik.

Yoshephine Andriana asal Yogyakarta melengkapi tiga besar dengan catatan waktu 1 jam 59 menit 50 detik.

Sementara pada kategori 7K putra, Elisar Gamashi asal Magelang menjadi pelari tercepat dengan catatan waktu 30 menit 59 detik.

Parhan Abdul Latif dari Pengalengan berada di posisi kedua dengan waktu 31 menit. Nugroho asal Magelang menempati posisi ketiga dengan catatan 31 menit 58 detik.

Untuk kategori 7K putri, Melda Cantika asal Jakarta menjadi juara pertama dengan waktu 39 menit 27 detik.

Abella Pratiwi dari Salatiga berada di peringkat kedua dengan catatan 44 menit 23 detik. Pelari asal Sleman, Shella Putriana, menempati posisi ketiga dengan waktu 1 jam 1 menit 45 detik.

Lewati Situs Cagar Budaya

Sleman Temple Run dirancang sebagai salah satu upaya mengembangkan konsep sport tourism di Kabupaten Sleman. Daya tarik utama ajang tersebut terletak pada rute yang menggabungkan olahraga lari dengan kawasan wisata dan situs cagar budaya di sekitar Prambanan.

Rute terpanjang sepanjang 30 kilometer membawa peserta melewati enam situs, yakni Candi Banyunibo, Candi Arca Gupolo, Candi Ijo, Candi Miri, Keraton Ratu Boko, dan Candi Barong.

Selain itu, peserta juga melintasi kawasan Tebing Breksi dan Spot Riyadi.

Karakter rute tersebut membuat Sleman Temple Run tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga. Kegiatan ini juga berpotensi menjadi sarana promosi destinasi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur perlombaan.

Karena itu, dorongan DPRD Sleman agar UMKM lokal dilibatkan lebih luas menjadi salah satu catatan untuk penyelenggaraan berikutnya. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, kegiatan sport tourism diharapkan dapat memberi manfaat berlapis, mulai dari promosi wisata hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online