IPLT WUKIRSARI : Warga Wukirsari Menolak Pembangunan IPLT
IPLT Wukirsari masih dalam tahap rencana pembangunan, namun sudah mendapatkan penolakan dari warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari menolak pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang sedianya akan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari. IPLT tersebut merupakan proyek milik pemerintah pusat.
Saat dimintai keterangan oleh wartawan, Ketua Rukun Tetangga 06 Dusun Wukirsari, Sunardi pada Minggu (20/12/2015) mengatakan penolakan tersebut didasari kekhawatiran penduduk bahwa pembangunan IPLT akan memberikan dampak buruk bagi permukiman.
Sunardi menerangkan, sejumlah tokoh masyarakat termasuk kepala desa setempat diundang oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul [mewakili pemerintah pusat], untuk mengikuti sosialisasi demi keperluan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL)/Upaya Pemantauan Lingkungan (UPY).
"Dalam pertemuan itu, warga menolak rencana pemerintah yang akan membangun IPLT di sisi barat TPAS itu. Warga meminta jarak pembangunan IPLT minimal 500 meter dari rumah warga yang berada di sisi paling selatan," ungkapnya.
Selama ini, tambah Sunardi, pengelolaan sampah di TPAS saja sudah menimbulkan dampak negatif, seperti bau busuk dan lalat yang masuk ke permukiman. Dampak ini menjadi keluhan yang diungkapkan oleh warga yang tinggal di tiga RT. Hal ini dikarenakan pengelolaan TPAS tidak dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Sehingga, warga setempat semakin khawatir apabila IPLT benar-benar berdiri dan tidak dikelola sesuai SOP yang berlaku, situasi di permukiman akan semakin parah.
"Soalnya yang diolah itu kotoran manusia, yang mengeluarkan bau tidak sedap. Kalau nanti IPLT dikelola sesuai dengan SOP, tidak masalah. Tetapi kalau tidak [dikelola sesuai SOP], nanti timbul masalah lagi," jelasnya.
Ia berharap pemerintah meninjau ulang rencana pembangunan IPLT tersebut, jangan sampai pembangunan IPLT yang awalnya memiliki tujuan baik, justru menimbulkan dampak negatif yang kembali merugikan warga sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share