HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Sayuran dan Daging Ayam Naik

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Rabu, 23 Desember 2015 13:20 WIB
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Sayuran dan Daging Ayam Naik

Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)

Harga kebutuhan pokok untuk sejumlah koditas sayuran, bumbu dan dagig ayam merangkak naik

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kenaikan harga kebutuhan pokok masih terpantau normal. Namun, harga ini dipastikan akan terus menanjak terkait dengan tingginya kebutuhan di akhir tahun.

Jelang akhir tahun dan perayaan Natal, kenaikan harga kebutuhan pokok di Pasar Bendungan, Wates masih dalam batas normal. Salah satu komoditas yang harganya terpantau naik adalah cabe merah di angka Rp28.000-Rp30.000 yang sebelumnya ada di harga Rp24.000. Sedangkan untuk harga daging ayam saat ini berkisar di angka Rp27.000-Rp28.000, meningkat dari harga sebelumnya yakni Rp26.000 per kilo.

Sumiati, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Bendungan menyatakan jika jelang akhir tahun ini harga daging ayam meningkat Rp1.000 tiap harinya. “Tiap sore naik Rp1.000 biasanya sampai nanti setelah tahun baru,” ujar Sumiati. Ia menyatakan jika angka ini dipastikan akan naik terus hingga puncaknya di harga Rp35.000.

Selain faktor tingginya kebutuhan, kenaikan harga ini juga dikaitkan dengan faktor musim hujan. Jenis kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan juga dialami oleh komoditas sayur-sayuran segar dan bawang merah.

Harga bawang merah tercatat melonjak tajam dari harga Rp 20.000 ke harga Rp35.000 per kilo. “Sekarang luncang, seledri mahal, tadi saya beli wortel bahkan Rp15.000,” ujar Yusnia, pengunjung Pasar Bendungan, Wates.

Kenaikan harga bawang merah ini membuat beberapa pedagang enggan menjual komoditas ini. “Saya gak berani kulakan, modalnya saja paling tidak harus Rp30.000,” ujar Sumirah, pedagang sembako di Pasar Bendungan.

Karena itulah, ia hanya menyediakan bawang putih di kiosnya. Ia juga memaparkan jika saat ini harga jagung mencapai harga tertinggi selama beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, jagung mencapai harga Rp4.000 per kilo maksimal, namun saat ini harga jagung mencapai Rp5.000.

“Terjadi sedikit kenaikan tetapi masih dalam batas-batas yang wajar,” ujar Salamun dari Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY di Kantor UPTD Pasar Bendungan pada Selasa (22/12/2015).

Selain itu, ia juga menyatakan jika stok kebutuhan pokok jelang akhir tahun ini dikategorikan mencukupi. Salamaun menilai jika kenaikan sejumlah 5%-10% ini juga disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang Jawa yang memiliki banyak perayaan.

Arbingah Kartiningrum, Kasubbag Perindustrian dan BUD Dinas Perindustriaan, Koperasi dan SDM Kulon Progo menyatakan jika harga cabai merah sendiri dipengaruhi oleh faktor adanya cabai merah yang berasal dari luar daerah. Bahkan, harga cabai merah dari luar daerah ini memiliki harga yang lebih tinggi daripada cabai lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online