PWI Pusat Dukung Usulan Udin Jadi Pahlawan Nasional
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
Perpustakaan Sleman bermodel TBM kurang berkembang.
Harianjogja.com, SLEMAN - Minimnya koleksi buku dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala utama pengembangan taman bacaan masyarakat (TBM) yang dikelola sejumlah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di DIY. Puluhan pengelola TBM se-DIY diberikan pelatihan di TBM Mata Aksara Jalan Kaliurang Km 14 Tegalmanding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (24/12/2015) pekan lalu.
Pengelola TBM Mata Aksara Heni Wardatur Rohmah menjelaskan, ada 30 perwakilan dari PKBM seluruh DIY yang belajar di tempatnya selama empat hari. Mereka diberikan berbagai materi dalam bentuk magang mengelola TBM dari berbagai perspektif. Selain teori, para peserta langsung diajari praktek mengelola hingga mempublikasikan keberadaan TBM.
Dalam kesempatan itu, lanjutnya, sebagian besar pengelola TBM mengeluhkan minimnya koleksi buku yang bisa disuguhkan kepada masyarakat. "Keluhan paling banyak minimnya ketersediaan buku," ungkap Heni, Minggu (27/12/2015).
Ia menambahkan, rata-rata TBM tersebut hanya memiliki koleksi buku antara 200 300 eksemplar. Itu pun masih didominasi buku pendukung Kejar Paket B atau kesetaraan SMP dan Kejar Paket C atau kesetaraan SMA. Koleksi tersebut dinilai jauh dari ideal untuk sebuah TBM.
"Ada juga yang sudah memiliki sekitar 2.000 eksemplar, tapi itu buku-buku lama," kata dia.
Selain itu, kendala lain adalah keterbatasan SDM yang mengelola sehingga kadang tidak sepenuhnya rutin bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kendati demikian, kendalam SDM ini bisa diatasi sewaktu-waktu. Menurutnya keberlangsungan TBM tidak bisa lepas dari jejaring dan relawan yang mendukung. Bahkan, TBM Mata Aksara, ucapnya, bekerjasama dengan mahasiswa sebagai relawan, dukungan akademisi serta hubungan baik dengan masyarakat.
"Kendala lain mereka tidak memiliki dana serta jejaring. Dengan magang ini kamu berikan pendampingan agar bisa menggairahkan kiprah TBM," ungkapnya.
Kepala Bidang PNFI Disdikpora DIY Mulyati Yuni Praptiwi menyatakan, TBM Mata Aksara sengaja dipilih sebagai lokasi magang karena telah memiliki kemampuan dari segi kuantitas dan kualitas baik sisi koleksi buku maupun SDM. Bahkan TBM Mata Aksara telah memiliki sejumlah prestasi di level nasional.
Selain Mata Aksara para pengelola PKBM juga diberi kesempatan magang di sejumlah TBM lain di DIY seperti SKB Bantul, PKBM Mandiri Bantul, Yasuka Sleman dan LKP IMDKOM Sleman. "Melalui kegiatan permagangan program TBM ini diharapkan muncul TBM lain sehingga memiliki kiprah yang unggul," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.