Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Perempuan asal Wates ini mengabdikan dirinya untuk anak-anak melalui
Harianjogja.com, KULONPROGO- Kecintaannya pada anak-anak dikolaborasikan dengan aktivitasnya di paduan suara melalui pelayanan bagi jemaatnya gerejanya.
Tris Antariksi adalah perempuan asal Wates yang kini aktif mengabdikan dirinya sebagai guru Preschool di daerah Timoho, Jogja. Meski bekerja di Jogja, ia juga aktif sebagai konduktor dalam paduan suara El Shaddai Choir di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates.
“Saya sering bolak-balik Wates-Jogja, seminggu bisa 3-4 kali,” ujar Tris pada Jumat (25/12/2015) saat ditemui sesuai memimpin paduan suaranya di misa Natal pagi itu.
Hari itu, Tris bersama 25 pemuda gereja tersebut menampilkan 2 buah lagu yakni Hai Mari Berhimpun dan Pada Bintang Nyata Karyanya. Menggunaka busana yang selaras berwarna merah, Tris berhasil memimpin paduan suaranya mewarnai misa pagi itu menjadi lebih semarak.
Meski rutin tampil di berbagai acara, Tris sudah melatih kelompoknya sejak November lalu. “Kami sudah latihan khusus untuk hari ini 6 kali,” ujar wanita yang kini berdomisili di Sedayu ini.
Tak hanya misa Natal, paduan suara El Shaddai yang berarti Tuhan Allah Besar ini juga sering tampil dalam misa pernikahan dan berbagai acara gereja lainnya.
Selain melatih paduan suara, pengabdiannya di gereja juga diwujudkan dengan menjadi guru dalam Sekolah Minggu bagi anak-anak jemaat gerejanya. Anak-anak menjadi daya tarik tersendiri baginya, terbukti dengan latar belakang pendidikan yang telah diambilnya. Tris adalah lulusan Universitas Sanata Dharma untuk pendidikan usia dini dan manajemen pendidikan.
Selain itu, Tris juga rutin mengadakan pelayanan Christmast Carol di setiap hari Natal. Pelayanan ini berupa mengajak anak-anak untuk bernyanyi ke rumah-rumah para jemaat gereja, khususnya bagi mereka yang sakit dan sudah berusia lanjut.
“Supaya semarak Natal tetap mereka rasakan meski kondisi mereka sedikit kurang memungkinkan,” jelas Tris sambil tersenyum.
Biasanya anak-anak itu akan berkumpul di sore hari di hari Natal untuk kemudian dipimpin oleh Tris berjalan ke rumah-rumah. Rombongan ini kemudian akan menyanyikan berbagai tembang khas Natal di depan rumah jemaat-jemaat yang mereka kunjungi.
Sayangnya, untuk tahun ini, pelayanan tersebut harus vakum untuk sementara karena berbagai alasan. “Saya barus aja menikah kemarin jadi masih harus menyesuaikan beberapa aktivitas dulu,” ucap Tris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.