KECELAKAAN LAUT : Orang Tua Lalai, Anak Jatuh ke Pusaran Air

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Sabtu, 02 Januari 2016 07:20 WIB
KECELAKAAN LAUT : Orang Tua Lalai, Anak Jatuh ke Pusaran Air

Kecelakaan laut yang terjadi di Pantai Glagah tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Wisatawan asal Magelang, Prastiti, 7, tergelincir dan jatuh ke pusaran air di Pantai Glagah pada Jumat(1/1/2016) pukul 13.05 WIB. Meski sempat berada di air selama beberapa waktu, anak tersebut berhasil diselamatkan oleh anggota Sarlinmas yang sedang bertugas pada Jumat (1/1/2016)

Koordinator Sarlinmas Wilayah 5, Samsudin menyatakan jika pihaknya sudah menghimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dengan ketat. Namun, seringkali orang tua lalai dalam memperhatikan sehingga jatuh korban anak-anak. Kejadian jatuhnya wisatawan ke air dan kemudian terbawa pusaran air merupakan kejadian kecelakaan yang paling banyak terjadi di wilayah Pantai Glagah ini.

“Di sini arusnya memang kuat, beberapa titik juga dalam,” jelas Samsudin di kantornya.

Tercatat pada Minggu (27/12/2015) lalu juga terdapat kejadian empat wisatawan yang jatuh ke air dan kemudian terbawa arus dan tenggelam. Dari 4 korban, 3 diantaranya merupakan anak-anak usia di bawah umur. Di berbagai titik juga telah dipasang peringatan agar wisatawan tidak bermain ke air. Namun, Samsudin juga menambahkan jika wisatawan yang paling sulit untuk diperingatkan adalah wisatawan remaja. “Susah, mereka ngeyel jadi kita biarkan sambil diawasi saja,” jelas Samsudin.

Ia juga menambahkan jika faktor para wisatawan yang datang dari daerah pegunungan seperti Magelang, Boyolali, dan Wonosobo menyulitkan pihaknya untuk benar-benar menerapkan larangan bermain di air laut sepenuhnya. “Datang dari gunung kan pengen melihat dan merasakan air, “jelas Samsudin.

Khusus untuk musim liburan tahun baru ini, Sarlinmas Wilayah V menerjunkan 38 personilnya untuk berjaga di sepanjang kawasan pantai setiap harinya. Samsudin mengungkapkan jika musim libur tahun baru dan lebaran merupakan masa yang paling banyak memakan korban maka dari itu pihaknya telah bersiaga. Dari total personil, sebagian besar difokuskan untuk berjaga di area Pantai Glagah dan dermaga.

“Khusus untuk pantainya ada 13 personil, semua dilengkapi dengan pelampung dan tali lempar pendek,” ujar Samsudin. Selain Glagah, personil SAR ini juga ditempatkan di kawasan Congot, Trisik, dan Bugel.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online