PASAR SENI GABUSAN : Pedagang PSG Berharap Wisatawan Mampir dan Berbelanja

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Rabu, 06 Januari 2016 17:21 WIB
PASAR SENI GABUSAN : Pedagang PSG Berharap Wisatawan Mampir dan Berbelanja

Pasar Seni Gabusan sepi setelah liburan berakhir

Harianjogja.com, BANTUL- Pedagang Pasar Seni Gabusan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pemerintah setempat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan pasar yang menjual berbagai produk kerajinan itu.

"Mudah-mudahan bupati yang baru ini bisa lebih 'menggeret' wisatawan ke sini (Pasar Seni Gabusan) karena sampai sekarang kunjungan wisatawan masih terbilang sepi," kata pedagang kerajinan Pasar Seni Gabusan Bantul, Sukiman Surojo di Bantul, Selasa (5/1/2016).

Menurut dia, diakui kawasan pasar seni yang terletak di Jalan Parangtritis atau jalur wisata menuju Pantai Parangtritis ini masih sepi pengunjung, sehingga berdampak pada pendapatan pedagang kerajinan masih belum optimal.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul di bawah kepemimpinan bupati periode 2010-2015 Sri Surya Widati dinilai belum optimal menggarap potensi Pasar Seni Gabusan, sehingga tidak jarang pada hari-hari biasa kawasan ini sepi pengunjung.

"Jarang sekali ada pengunjung, kecuali saat musim liburan sekolah, itu pun tidak banyak, makanya yang terpenting bagaimana bisa geret ke sini, kemudian pengelolanya harus tahu tentang seluk beluk pariwisata," katanya seperti dikutip dari Antara.

Sukiman yang menempati los tiga Pasar Seni Gabusan juga berharap stakeholder terkait maupun pemangku pariwisata dapat memasukkan Pasar Seni Gabusan menjadi salah satu tempat tujuan dalam setiap paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.

"Di Pasar Seni Gabusan ini ada sebanyak 14 los, namun yang tertata delapan los, sementara enam lainnya tidak tertata karena sepi pembeli, padahal tiap los ada belasan pedagang. Selama ini hanya menggantungkan wisatawan," katanya.

Sementara itu, pedagang kerajinan di los dua Pasar Seni Gabusan, Abdurahman mengatakan, membenarkan sepinya pengunjung di kawasan tersebut, kalaupun ada hanya pada saat-saat liburan seperti liburan sekolah, dan akhir tahun.

"Kunjungan itu kalau pas liburan saja, dengan bus, andong, mobil pribadi, namun tidak jarang dari mereka hanya melihat-lihat dan tidak membeli, namun hanya makan di rumah makan di sekitar Gabusan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis