PEMDA DIY : Anggaran Pariwisata Rp300 Miliar Didistribuskan Merata, Gunungkidul Diprioritaskan

Sabtu, 09 Januari 2016 08:20 WIB
PEMDA DIY : Anggaran Pariwisata Rp300 Miliar Didistribuskan Merata, Gunungkidul Diprioritaskan

Pantai Kukup Gunungkidul (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

Pemda DIY terus menggenjot pemasukan dari pariwisata.

Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengajukan anggaran parisiwata sebesar Rp300 miliar untuk sektor pariwisata. Jumlah yang dimintakan dari APBN ini rencananya akan dimanfaatkan untuk promosi wisata dan perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Sugeng Purwanto  menyampaikan anggaran dari APBN itu bukanlah satu-satunya yang akan menjadi dana pengembangan wisata. Selain dari APBN ada pula usulan anggaran sebesar antara Rp18M-Rp20M dari APBD. Selain itu dari Dana Keistimewaan diusulkan pula anggaran untuk pariwisata sebesar Rp 14 Miliar.

Seluruh anggaran itu rencananya akan didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah DIY. Meskipun begitu, Sugeng mengatakan bila melihat lokusnya saat ini Gunungkidul kemungkinan akan mendapat prioritas lebih karena destinasi wisata DIY saat ini kebanyakan berada di kabupaten di ujung Timur DIY itu.

"Tapi kami tetap berusaha meratakan, yang jelas harus sesuai dengan proporsinya," kata dia, Jumat (8/1/2016)

Tahun ini DIY menargetkan mampu meraih kunjungan dari 300.000 wisatawan nusantara. Tahun 2015 tercatat sekitar 270.000 wisman masuk ke DIY. Peningkatan target kunjungan wisatawan lokal juga digenjot untuk bisa meraih lebih dari empat juta wisatawan tahun ini.

Anggota Komisi X DPR RI Esti Wijayati mengatakan pihaknya sudah menerima usulan itu dan akan membicarakannya di tingkat pusat. Esti mengatakan pengembangan wisata di DIY memang sedng mengalami lonjakan yang cukup tinggi sehingga diharapkan bisa menarik banyak wisatawan baik asing maupun wisatawan nusantara.

Meskipun demikian, humlah itu menurutnya tak akan langsung disetujui karena diperlukan pembahasan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan urgensi dan rencana pengembangan wisata secara nasional.

"Kita tidak bisa melihat per daerah, jadi kami akan membahasnya terlebih dahulu untuk menentukan mana yang akan diprioritaskan berdasarkan rencana nasional," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online